Kpop & Kdrama

100 Detik Nostalgia Bersama SS501

SS501-e1522822828405
(gambar diambil dari https://www.soompi.com)

Di saat saya sedang merasa sangat muak dengan kelakukan dedek-dedek fangirl zaman sekarang yang seperti kompor meleduk, tiba-tiba seorang kawan mencolek saya di sebuah postingan instragram milik akun @dingo_music. Secuil video dalam postingan tersebut sukses membuat saya baper dan teringat masa-masa fangirlingan zaman dulu, yang tentu saja sangat jauh berbeda dibandingkan saat ini. Dulu, hallyu wave mungkin tak sebesar sekarang, kegiatan fangirlingan pun tak semudah sekarang. Namun, pada masa itu, semua terasa menyenangkan, tidak ada ujaran-ujaran kebencian yang bikin nggak nyaman.

Kembali ke Dingo Music, dalam cuplikan video tersebut tampak tiga orang personel dari SS501, yaitu Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, dan Park Jung Min, berkumpul dan menyanyikan lagu-lagu SS501 secara medley. Sebagai informasi, SS501 merupakan boyband pertama yang membawa saya kecemplung ke dalam dunia Kpop. Dan Triple S (nama fandom-nya), merupakan fandom paling tabah yang saya bangga pernah tergabung di dalamnya. Banyak sekali cobaan yang harus dihadapi fandom ini. Mulai dari ditinggalin waktu lagi sayang-sayangnya (karena permasalahan dengan manajemen, membuat nasib SS501 jadi tidak jelas), digantungin (tidak ada konfirmasi resmi bahwa mereka disbanded, tapi SS501 vakum sampai waktu yang tidak ditentukan), hingga berbagai permasalahan yang dialami oleh para personelnya. Termasuk skandal besar yang menimpa sang leader.

Selama ini, Triple S sudah cukup senang masih bisa melihat masing-masing personel SS501 bersolo karier. Maka dari itu, saat melihat tiga orang personel bernyanyi dalam satu acara yang sama, menyanyikan lagu-lagu SS501, tentu saja hal ini merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi Triple S. Saya termasuk di antaranya.

Di dalam acara yang diadakan oleh Dingo Music tersebut, tiga orang personel SS501 menyanyikan lagu-lagu SS501 yang dulu sempat menjadi hits, seperti “Because I’m Stupid”, “Love Ya”, “Love Like This”, dan “Snow Prince”. Mereka menyanyikannya secara medley dengan durasi 100 detik saja. Sayang, hanya tiga orang personel saja yang dapat ikut tampil di acara ini. Salah satu personelnya, Kim Hyung Joon, tidak bisa ikut karena masih dalam tugas wajib militer. Adapun sang leader, Kim Hyun Joong, … emm, barangkali sedang ada kesibukan lain. Namun demikian, meskipun hanya bertiga dan meski hanya 100 detik saja, sudah cukup mengobati kerinduan para Triple S kepada boyband kesayangan mereka, SS501.

Suka-Suka

Terus Bergerak, Jangan Berhenti

keep moving
(gambar diambil dari sini)

Pernahkah kamu merasa kalau hidup ini amatlah lucu. Bisa saja, menit ini kamu merasa sangat bahagia, tapi menit berikutnya kamu nelangsa. Pun sebaliknya.

Contohnya:

Pagi hari, kamu masih bisa sayang-sayangan sama buku favorit. Lalu sore harinya, buku itu rusak karena keteledoranmu sendiri.

Atau mungkin, kamu sudah jatuh bangun menyelesaikan satu level games. Tinggal selangkah saja. Lalu tiba-tiba, musuh datang sehingga game over dan membuat seluruh usahamu sia-sia.

Atau bisa jadi, kamu sudah penuh kesabaran ekstra men-download satu episode drama Korea. Sudah sampai 90%, tinggal sedikit lagi download-an paripurna. Lalu tiba-tiba, koneksi internet mati. Membuatmu pengen nangis seprovinsi.

Atau bisa juga, saat ini kamu tengah lelah dan ingin menyerah memikirkan seseorang yang belakangan ini selalu wara-wiri di pikiranmu. Lalu suatu saat nanti, kamu menyadari bahwa ada orang lain yang diam-diam ingin mengendap-endap masuk ke hatimu.

Nah, sesungguhnya kesemuanya itu wajar adanya. Karena sejatinya segala sedih, duka, sakit hati, patah hati itu ada untuk mengingatkan bahwa kamu masih hidup. Semua itu ada untuk memberikan pelajaran baru, pemahaman baru, kekuatan baru, dan membuat kita menjadi pribadi yang baru.

Yang harus dilakukan hanyalah terus bergerak. Sebagaimana hidup yang harus terus berjalan. Sedih boleh, tapi sebentar saja. Setelah itu, berdamailah dengan masa lalu dan segera move on. Sebab percayalah, yang akan datang kepadamu pasti lebih baik untukmu daripada yang telah lalu.

“Indeed what is to come will be better for you than what has gone by.”

(QS. Ad-Dhuha, 93:4)

Suka-Suka

Gara-Gara Ayam Geprek

(gambar diambil dari https://hellosehat.com)

Kalau ada makanan yang dapat mengubah hidup saya, maka itu adalah ayam geprek. Sebagai chilli haters, selama ini saya selalu menyatakan diri kalau saya ini bukannya nggak berani makan sambel, melainkan nggak suka. Nggak berani dan nggak suka adalah dua hal yang berbeda. Nggak berani itu masalah nyali. Sedangkan nggak suka, masalah selera.

Saya suka heran sama teman-teman yang asyik makan pedas hingga air mata berlinangan dan bibirnya tak henti mengeluarkan desisan. Weh, itu makan atau kesurupan? Lalu mereka bilang, “Makan kalau nggak pakai sambel itu nggak nikmat.” Sementara saya bilang, “Gimana bisa menikmati kalau kudu megap-megap, kan?” Selanjutnya, mereka akan meragukan tulisan di KTP saya, “Kamu beneran orang Indonesia? Bukan Eropa?”

Hingga suatu hari, ayam geprek mengubah segalanya. Berawal dari seorang kawan yang mengeluhkan tak ada sambel di nasi kotaknya. Lalu saya sodorkan cabai gorengan sebagai pengganti sambalnya.

Dia bilang, “Mbak, aku cari sambal, bukan cabai.”

Saya: “Halah sama aja. Yang penting pedas, kan?”

Dia: “Aku makan sambal itu bukan cari pedasnya, Mbak. Tapi, cari enaknya.”

Nah, jawaban dia ini berbeda dari testimoni kebanyakan orang tentang sambal. Orang umumnya mencari kenikmatan saat makan sambal, sedangkan teman saya mencari enak. Jadi, apa benar sambal itu enak? Ingin membuktikan ucapan teman saya itu, akhirnya saya mencobanya sendiri. Saya bereksperimen sendiri dengan membuat ayam geprek.

Dan, benar! Memang enak. Paduan antara cabai rawit, bawang putih, garam, dan sedikit micin (#eh), sungguh menggugah selera saya. Sejak saat itu, saya mulai keranjingan menggeprek segala jenis bahan makanan. Mulai dari ayam, ikan, tempe, telur, perkedel, dan bahkan tahu bulat. Lol

Tapi sebagai newbie dalam dunia persambelan, perut saya hanya dapat bertahan dengan cabai satu saja. Pernah nekat mencoba cabai dua, akhirnya mules datang melanda. :))

Kpop & Kdrama · Suka-Suka

Bos Otak dan Anak Buahnya

Song Song Couple
(gambar diambil dari KapanLagi.com)

Sudah pernah merasakan bagaimana mata, tangan, dan mulut berkolaborasi untuk membangkang dari otak? Saya pernah.

Begini ceritanya:

Suatu hari, saat baca naskah saya menemukan kalimat yang kurang lebih begini bunyinya: “Perusahaan memutasi beberapa karyawannya.” Tapi, entah kenapa terbaca jadi: “Perusahaan memutilasi beberapa karyawannya.” -_-.

Maka untuk beberapa detik, saya hanya diam terpaku pada kalimat itu. Otak merasakan sesuatu yang salah, akan tetapi mata mengirimkan informasi kepadanya berupa: “Perusahaan memutilasi beberapa karyawannya.” Ngeri amat.

Pada kasus di atas, dapat diketahui bahwa mata saya sedang mencoba mengkhianati otak dengan cara mengirimkan informasi yang keliru dari apa yang sebenarnya telah ditangkap olehnya. Nah, mungkin karena beberapa kali merasa dikhianati oleh kawan-kawannya, suatu hari otak saya balas dendam dengan cara membangkang dari sinyal yang dikirimkan kepadanya.

Begini ceritanya:

Waktu itu mata menangkap sebuah pemandangan yang nyesekable, yaitu berita tentang pernikahan oppa. Kemudian mata mengirim berkas laporan ke otak, dengan tembusan untuk hati saya (tempat di mana oppa berada). Hati meresponsnya dengan cepat. Yeah, nyesek gitulah. 🙁 Karena nyesek, ia mengirim sinyal ke paru-paru untuk menghela napas barang sejenak, dengan harapan sedikit udara itu bisa mengusir ganjalan yang membuatnya nyesek. Ia juga mengirim sinyal ke mulut untuk lupa mingkem a.k.a melongo, dan mata untuk lupa kedip. Meskipun akhirnya itu justru membuatnya makin nyesek.

Tak lupa, ia mengirim laporan ke otak, “Bos, saya galau. Saya cinta oppa sepenuh hati, tapi mereka bahkan tak tahu-menahu bahwa saya ada di dunia ini.”

Tapi, otak tak memedulikannya. Ia justru memerintahkan mulut yang tadinya melongo untuk bilang, “Kalau kalian bahagia, aku juga akan bahagia, Oppa.”

Demikianlah cerita tentang bos otak dan anak buahnya. Seluruh teori di atas hanyalah karangan saya saja, bukan berdasarkan penelitian secara medis. Haha! Entahlah apa sebab keeroran tersebut, tapi yang namanya khilaf itu memang milik manusia. 😀

Buku

[Book Review] Para Bajingan yang Menyenangkan

 

Para Bajingan yang Menyenangkan

Judul: Para Bajingan yang Menyenangkan

Penulis: Puthut EA

Penyunting: Prima S. Wardhani

Desainer sampul: R.E. Hartanto

Penerbit: Buku Mojok

Terbit: Desember 2016

Tebal: 178 halaman

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat penasaran sekali dengan buku ini gara-gara banyak diomongin sama teman-teman. Waktu saya tanya ke seorang teman, “Bagus ya bukunya, Mas?”, sesemasnya bilang, “Yang ini, kalau nggak biasa baca, takutnya malah nggak cocok.” Barangkali beliau melihat saya terlalu polos sehingga tidak cocok membaca buku yang katanya memuat banyak pisuhan ini. :)) Akhirnya, saya redam rasa penasaran saya.

Belakangan, saya berjodoh dengan buku ini ketika membeli paket valentine di Buku Mojok. Dua buku incaran saya, ada satu paket dengan buku ini. Karena sudah punya, ya masak nggak dibaca. :))

Tadinya cuma mau intip-intip saja dan siap berhenti sewaktu-waktu kalau bikin pusing. Eeh… ternyata malah keterusan sampai habis. Jadi, apa saya sudah tidak polos lagi? Bisa jadi. Haha Alih-alih nggak cocok, saya malah sangat menikmatinya. Buku ini sukses membuat saya cekikikan di sembarang tempat. Di kantor, di dalam bus, dan bahkan di warung mi ayam. Lol

Buku ini berisi kisah masa muda penulis dengan sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam Jackpot Society. Mereka adalah tipe mahasiswa tanpa harapan dengan hobi yang semakin memperparah keadaan, mabuk dan judi. Tak habis saya dibuat terpingkal-pingkal membaca cerita koplak dari Bagor cs, meskipun sesekali harus mengernyitkan kening atau ngakak sambil istigfar (?) ketika ada cerita lucu yang diiringi pisuhan saru.

Beberapa cerita yang cukup membuat pipi dan perut saya kaku seperti adegan beli barang secara random di Ramai Mall saat menang judi, Pengki yang mabuk berat hingga asyik ngemil daun teh-tehan karena menyangkanya keripik singkong, Bagor kasih kartu ujian ke polisi waktu ditilang, hingga pengeksploitasian kehadiran Proton demi menyelamatkan diri dari pertanyaan maut dari keluarga besar di hari Lebaran.

Penggunaan bahasa Jawa yang ngoko sengoko-ngokonya membuat saya semakin menghayati cerita. Saya sampai download  beberapa video Basiyo setelah membaca buku ini. Haha Oh ya, tapi saya masih gagal paham kenapa setiap ada yang menantang Bagor berantem, orang itu jadi jiper ketika tahu Bagor orang Kotagede? Ada apa dengan Kotagede? Apa karena di sana ada makam Panembahan Senopati yang konon sangat sakti sampai keris pun tak mempan melukainya, sehingga orang sana juga terkenal sakti-sakti? Nggak dijelaskan di buku ini.

Orang waras pada umumnya barangkali akan menganggap para anggota Jackpot Society ini sebagai segerombolan pemuda dengan masa depan suram. Tapi, kok ya ndilalah mereka kini jadi orang sukses semua. Kecuali Almarhum Jadek yang telah meninggal dunia karena kecelakaan.

Maka pelajaran yang dapat diambil di sini adalah jangan terlalu underestimate kepada orang yang kita anggap buruk. Sebab, bisa jadi kelak mereka akan menjadi manusia yang lebih baik dari kita.

Buku · Suka-Suka

Tabungan Buku: Banyak Membaca, Banyak Uangnya

j5x9e1g2

Kemarin waktu ikut event menulis selama 30 hari berturut-turut di Instagram, ada yang posting tentang “Tabungan Buku”. Jadi, setiap kali dia selesai membaca satu buku, dia akan memasukkan uang ke dalam celengan. Semakin rajin membaca, maka akan semakin banyak pula tabungannya.

Nah, saya kan jadi tertarik pengin coba juga. Kayaknya seru. 😀 Tapi, karena bacaan saya random, jadi saya sudah bikin ketentuan jumlah nominal yang harus dimasukkan sebagai berikut.

  • Komik/novel grafis/buku yang isinya banyak gambarnya: 1.500
  • Buku komedi/personal literatur: 2.000
  • Novel biasa: 2.500
  • Nonfiksi: 3.000
  • Sastra: 3.500
  • Sejarah: 4.000
  • Buku yang tebalnya 500 halaman ke atas: 5.000 (kayaknya yang ini saya jarang, deh. 😀 )

Terus apa lagi, ya? Emm… sementara itu saja dulu. Lalu, uang tabungannya nanti mau buat apa? Ntar aja deh dipikirin. Wong sekarang juga lagi malas baca karena kebanyakan lemburan. Hahaha 😀

NB: Moon maap, gambar celengannya kekanakan banget. Soalnya kalau gambar Jungkook, nanti keremajaan. Halah!

Buku

[Book Review] Kulineran Mandiri Ala Ms Koizumi

m5iNpe1a

Judul: Ms. Koizumi Loves Ramen Noodles

Penulis: Naru Narumi

Penerbit: Naru Narumi

Seri: 1-3

Terbit: 2017

Kemarin, sepulang kerja saya melipir ke warung ramen sendirian demi memenuhi hasrat yang mendadak rindu berat pada ramen setelah membaca komik ini. Sebagai orang yang mengaku penggemar ramen, saya jadi merasa cupu sekali gara-gara si Koizumi-san. Pengetahuan saya tentang peramenan (halah) masih cetek sekali. Untuk urusan kuah saja, selama ini saya hanya tahu tiga jenis kuah ramen, yaitu miso, soyu, dan kare. Dan, nama jenis ramen yang berbeda-beda itu hanyalah nama menunya. Namun, ternyata… berdasarkan pada komposisi bahannya, ada banyak sekali jenis kuah ramen, Tjoy! Bahkan, kekentalan kuah juga menjadi tolak ukur untuk membedakan jenis ramen. Walah!

Lalu, Koizumi-san be like: “Kau bertahan hidup hanya dengan pengetahuan dasar itu ya?” -_-

Oke, baiklah. Saya akui, saya memang masih newbie dalam hal ini. Tapi sebagai penggemar ramen, saya cukup terpuaskan dengan buku ini. Pada seri pertama, pembahasan mengenai aneka jenis ramen dengan aneka variasi toping dan kekentalan kuahnya, tak ayal membuat saya ngiler berat. Meskipun ada beberapa bahan yang membuat saya jadi hilang selera. Sebagai Muslim, saya tidak bisa mencicipi kesemua jenis ramen yang dipaparkan di sini dikarenakan komposisinya tidak diperbolehkan bagi saya untuk menyantapnya.

Masih dalam seri pertama, saya menemukan beberapa hal yang juga saya alami saat sedang menyantap ramen. Seperti kepedasan, tapi nagih. Dan, kacamata yang jadi buram karena terkena kepulan ramen yang masih panas. 😀

Membaca seri kedua, saya berkenalan dengan hiyashi ramen atau ramen dingin. Ramen ini biasanya dijual pada saat musim panas, disajikan lengkap dengan es batu. Benar, es batu. Jangan bayangkan ramen ini macam sup buah, loh. Ramen ini terbuat dari mi, aneka sayur dan toping, serta kuah kaldu. Spesialnya, disajikan dingin dan bahkan dengan ditambah es batu. Berani coba? 😀

Di buku ketiga, saya menemukan kesintingan Koizumi-san yang sampai bela-belain naik gunung demi mencoba ramen di kota yang ada di lereng gunung. Walah!  Selain ramen, memang yang saya sukai dari komik ini adalah… ya, Ms. Koizumi herself. Saya suka sekali dengan gaya Koizumi-san yang suka kulineran mandiri. Ke mana-mana berburu ramen sendirian. Menyantap ramen baginya adalah ritual yang sakral, sehingga tak ingin momen itu terganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan kalau dia mengajak teman.

Kalau bagi saya, kulineran sendirian bisa menjadi alternatif kegiatan di saat sedang butuh ketenangan. Saat ingin refreshing, tanpa harus ngerumpi dan foto-fotoan. Meskipun risikonya, harus siap menerima tatapan prihatin dari pasangan abege yang mungkin membatin: “Mbak, kok, makan sendirian aja? Jomblo ya?”

Udah, gitu saja.

Kpop & Kdrama

Super Junior Eunhyuk My Favorite Bias

Sebagai fangirl multifandom, setidaknya ada tiga boyband yang cukup berkesan bagi saya di sepanjang perjalanan saya menjadi fangirl. Pertama, SS501, my very first love at Kpop. Lalu, Super Junior. Sekarang, lagi sayang-sayangnya sama Bangtan. 😀 Dulu, jauh sebelum saya berkenalan dengan BTS, saya telah berbahagia bersama Super Junior. Tak bisa dipungkiri, hampir setiap fangirl di Indonesia khususnya, suka dengan boyband yang satu ini pada masanya. Pun demikian dengan saya. Dan Eunhyuk, adalah member Super Junior yang paling menarik perhatian saya.

Pernah ada teman yang tanya mengapa saya tidak memilih Siwon yang paling ganteng di antara seluruh member Super Junior, tapi justru Eunhyuk yang katanya ada di peringkat terakhir. Dan bukannya memilih Yesung atau Kyuhyun yang suaranya merdu, tapi justru Eunhyuk yang paling tidak bisa menyanyi di antara mereka. Yeah, Eunhyuk kan punya bakat sendiri. Sebagai lead dancer dan juga raper, tentu saja keahliannya adalah nge-dance dan nge-rap, bahkan dia pernah menciptakan beberapa lagu rap untuk Super Junior. Jadi, apakah saya lebih suka dancer daripada vokalis? Nggak juga, sih. Yang jelas, sejak Eunhyuk muncul dan mengacaukan daftar bias saya, hingga kini dialah yang menduduki posisi paling dominan di hati ini. :’)

eunhyuk-1

Eunhyuk yang lucu di keseharian dan luar biasa keren kalau di panggung. Hampir setiap aksi panggung Eunhyuk berhasil membuat para ELF jantungan. Seperti ketika dia solo dance ala Michael Jackson, duet “I Wanna Love You” bareng Donghae, solo dance “Sorry-Sorry Answer”, juga waktu dia harlem shake di Super Show 5.

Belakangan, saya baru menyadari bahwa apa yang terjadi pada saya dan Eunhyuk ini sebenarnya merupakan perwujudan dari pepatah lama, “Tresna iku jalaran seka kulina”. Cinta itu dapat muncul karena terbiasa, begitulah kiranya. Terbiasa apa? Tentu saja terbiasa melihat Eunhyuk. Apa yang menyebabkannya? Itu karena Eunhyuk ada di mana-mana. Saya mau nonton Super Junior H, Super Junior M, Super Junior T, ataupun Super Junior yang reguler (?) ada Eunhyuk di situ. Bahkan di Super Junior KRY, yang dari namanya saja jelas-jelas itu sub-grup khusus untuk Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung (para vokalis Super Junior), Eunhyuk juga ikut mengisi part rap di situ. Belum lagi dia juga punya proyek duet bareng Donghae dengan brand “D&E”, plus sub-grup bersama artis-artis SMEnt yang lain, seperti PSL Unique Unit dan SM The Performance.

Yes, Eunhyuk is everywhere! And he is my favourite bias!

Kalau begitu, mari kita bahas satu per satu. Yap, kayaknya bakal panjang nih postingan. 😀

Super Junior, debut pada tahun 2005 dengan 12 member, yaitu Leeteuk, Heechul, Hankyung (Hangeng), Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Kemudian pada tahun 2006, masuk anggota baru, Kyuhyun.

Disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti Khyuhyun dan Ryeowook yang harus menjalani wajib militer, Kibum yang ingin berkonsentrasi pada kariernya sebagai aktor, Hangeng yang karena permasalahan dengan manajemen akhirnya memutuskan untuk keluar, Sungmin yang menikah dan akhirnya terpaksa pergi dari grup juga, dan Kangin… ah, sudah, stop! 🙁 Kini, dari ketiga belas member, tinggal tujuh orang yang masih aktif di Super Junior, salah satunya adalah tentu saja si dancing machine dan raper kenamaan Super Junior: EUNHYUK! 🙂

suju-sorry
Dulu
Super-Junior-3
Kini

Nih, aksi Eunhyuk bersama Super Junior di MV Mr Simple. Namanya juga lead dancer, maka dia dapat jatah aksi (?) tambahan dari keseluruhan koreografi sebuah lagu. Salah satunya adalah aksi koprol-koprol seperti yang ada di MV ini. Eunhyuk Jjang!!!

Super Junior memiliki beberapa sub-grup. Yang pertama adalah KRY. Sesuai dengan namanya, ini adalah sub-grup untuk para vokalis Super Junior: Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung. Namun, jangan salah, Eunhyuk juga ikut berpartisipasi lho di sini. Dia ikut mengisi part rap untuk beberapa lagu ballad Super Junior KRY. Salah satunya adalah lagu “Heartquake” berikut ini.

Sub-grup yang kedua adalah Super Junior T atau Super Junior Trot. Dalam sub-grup ini, para member Super Junior khusus menyanyikan lagu-lagu trot. Trot adalah genre musik paling tua di Korea. Super Junior T debut pada tahun 2007 dengan 6 orang member, yaitu Leeteuk, Heechul, Kangin, Shindong, Sungmin, dan … EUNHYUK! 😀

Suju T
Namanya juga nyanyiin lagu-lagu lama, jadi kostumnya pada jadul begini 😀
Eunhyuk Sj T
Eunhyuk di SJ T

Berikutnya adalah Super Junior M atau Super Junior Mandarin. Sesuai namanya, sub-grup ini menyanyikan lagu-lagu berbahasa Mandarin atau Chinesse. Debut pada tahun 2008 dengan personel antara lain Hangeng, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun, serta dua anggota baru yang berasal dari China, yaitu Zoumi dan Henry. Ketika Hangeng keluar pada tahun 2009, Super Junior M vakum untuk sementara, sebelum akhirnya posisinya digantikan oleh dua orang member Super Junior yang lain, Sungmin dan EUNHYUK! 😀

Sj m
Super Junior M with Hangeng
SJM
Super Junior M with Eunhyuk and Sungmin
Eunhyuk SJ M
Eunhyuk di SJ M

Super Junior H, adalah Super Junior Happy. Sub-grup keempat dari Super Junior. Namanya juga Super Junior Happy, sub-grup ini menyanyikan lagu-lagu yang happy dan lucu-lucu. Seperti lagu “Cooking Cooking” atau “Pajamas Party”, hiiih… lihat videonya serasa pengin ngacak-acak rambut mereka. Terlalu gemassss…. >.<

Di sub-grup ini, image mereka memang dibikin jadi unyu-unyu ngegemesin gitu, deh. Super Junior H terdiri dari enam personel, yaitu Leeteuk, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, and EUNHYUK! 😀

suju-h
Aigoo… neomu kyeopta! Unyuu… ^^~
Eunhyuk Sj H
Eunhyuk di Super Junior H. Imutnya nggak nyante! >.<

Nah, ini yang terbaru. Bisa disebut sub-grup atau bukan, ya? Sebab cuma dua orang. Duo EunHae, Eunhyuk dan Donghae. Kini, lebih dikenal dengan D&E. Mulai meluncur (?) dengan single-nya yang ngehits banget, “Oppa Oppa”, pada tahun 2011. Asyik banget kalau lihat live performance duo ini. Apalagi, Eunhyuk dan Donghae kan seperti anak kembar yang tak terpisahkan. Jadi, feel-nya dapat, deh. Hehe…. 😀

Oppa Oppa

Eunhyuk
I say Eunhyuk, you say Oppa! Eunhyuk… Oppa! Eunhyuk… Oppa! (bagian favorit saya dari lagu “Oppa Oppa”) 😀

Selain sub-grup dari Super Junior, Eunhyuk juga ikut terlibat di grup gabungan artis-artis SM Entertainment. Seperti Younique Unit dengan lagunya yang kece banget, “Maxstep”. Entah kenapa namanya Younique Unit, yang pasti sub-grup ini merupakan kolaborasi artis-artis SM Entertainment kenamaan, antara lain Eunhyuk (Super Junior), Henry (Super Junior M), Taemin (Shinee), Hyoyeon (Girls Generation), Kai (Exo K), dan Luhan (Exo M).

tumblr_mehukgshmc1qdtvhxo7_1280
Younique Unit “Maxstep”
jae
Eunhyuk “Maxstep”. Keren … meski rambutnya dikasih uban gitu.

SM The Performance. Nah, ini nih sub-grupnya para dancer. Kalau sebelumnya SM Entertainment sudah bikin SM The Ballad, sub-grup untuk para vokalis, kali ini ada SM The Performance, ajang untuk para penari-penari terbaik di SM Entertainment untuk unjuk kebolehan mereka dalam menari. 😀

Sub-grup ini terdiri dari Yunho (TVXQ), Eunhyuk dan Donghae (Super Junior), Minho dan Taemin (Shinee), serta Kai dan Lay (Exo). Single mereka berjudul “Spectrum”.

Spectrum

Karena mereka penari, maka untuk menikmatinya (?) harus secara audio visual. Jadi, nih tak kasih link videonya.

WARNING! CHARM OVERLOAD!

Baiklah, mari kita simpulkan tulisan yang panjang lebar ini. Eunhyuk, bisa tampak menawan bersama Super Junior M, Younique Unit, dan SM The Performance. Lucu dan imut bersama Super Junior H. Gokil dan kocak bersama Super Junior T dan waktu duet bareng Donghae. Juga bisa melow bareng KRY. Eunhyuk ada di beberapa sub-grup, di mana masing-masing mengusung genre musik yang berbeda.

Well, now we can call him a multitalented artis. He is Eunhyuk, my favourite bias! 🙂

19955402_777195415792257_375951788932595712_n
Salute to sergeant Lee Hyuk Jae!
Buku · Suka-Suka

Nyesek Story: Oh, My Book

3MAifsk1

Sudah menjadi kebiasaan saya membawa buku di dalam ransel untuk menemani perjalanan dari kantor-rumah. Sebagai pengguna transportasi umum, saya tentu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk otw daripada dengan kendaraan pribadi. Dengan buku yang saya bawa, saya jadi lebih enjoy menikmati waktu perjalanan sambil membaca. Bahkan kalau sedang bad mood, saya kadang sengaja memilih naik bus dengan rute yang sedikit jauh, demi mendapatkan bus yang sepi sehingga saya bisa duduk tenang sambil membaca.

Buku saya masukkan ke dalam ransel bercampur dengan barang bawaan lainnya, seperti mukena, botol air minum, dompet, charger, power bank, pen case, payung, dan lain-lain. Biasalah, bawaan cewek di tas pasti banyak. Biasanya, sih, baik-baik saja. Paling cuma kusut sedikit bukunya. Tapi, malang tak bisa ditolak. Kemarin sore, saat membuka ransel, saya mendapati buku saya sudah basah kuyup ketumpahan air minum. Entah, mungkin saya kurang rapat menutup botolnya, sehingga seluruh isinya tumpah ke mana-mana. Momen yang paling dramatis adalah ketika saya mengeluarkan buku yang sudah kuyup dari tas, dengan air menetes-netes dari kertas dan covernya. 🙁

Dengan dibantu Ibu, saya melakukan tindakan penyelamatan: menyisipkan tisu di lembar-lembar bukunya, menindihnya dengan buku yang berat supaya covernya tidak tergulung, lalu mengangin-anginkan. Bukunya memang bisa diselamatkan setelah saya melakukan tips-tips hasil googling tersebut. Tapi, tentu saja dia tidak bisa kembali seperti semula.

Padahal ini buku yang baru saya buka segelnya beberapa hari sebelumnya, yang saya niatkan jadi buku pertama yang saya baca di tahun 2018, yang dengan bangga saya pamerkan kepada teman kantor. Bangga bisa memilikinya.

Pokoknya mah saya lagi sayang-sayangnya sama buku ini, sebelum tragedi itu terjadi. Kadang, hidup ini memang lucu. Bisa saja, menit ini kamu merasa sangat bahagia, tapi menit berikutnya kamu nelangsa. Pun sebaliknya. Maka meski nyesek, setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini, yaitu “Jangan berlebihan mencintai. Sebab kalau kecewa, sakitnya akan parah sekali.”

SEKIAN.

Buku

[Book Review] Pus, I Love You

tSma5qnb

Judul: Pus, I Love You

Penulis: Soon

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 288 halaman

Terbit: Juli 2014

Menemukan buku ini waktu jalan-jalan ke pameran Gramedia akhir tahun 2017 yang lalu. Saat membaca judulnya yang unik, “Pus, I Love You”, saya langsung tertarik untuk mencomotnya dari tumpukan buku lainnya. Saat mengamati covernya yang lembut dengan gambar ilustrasi anak perempuan bersama kucingnya, tak ragu lagi saya langsung memasukkannya ke dalam keranjang belanja.

Saya selalu mupeng berat tiap kali melihat kawan-kawan saya posting foto mereka sedang bermain bersama kucing. Apa daya, saya tidak mendapat izin untuk memelihara makhluk menggemaskan itu. Dulu, ada satu kucing kecil manis berbulu belang kuning yang saya pelihara. Namanya Brian. Nama itu saya berikan kepadanya karena menurut saya dia ganteng seperti Brian Westlife. 😀

Brian sangat manja, suka ndusel-ndusel di kaki, mengeong minta jatah waktu saya makan. Tiap malam, saya akan membungkusnya dengan selimut atau membopongnya layaknya bayi sampai dia tertidur sambil mendengkur. Pagi harinya, Brian akan menguntit di belakang waktu saya berjalan kaki menuju ke sekolah. Lalu, saya akan menggusahnya dan menyuruhnya pulang.

Suatu hari, saya menemukan Brian sekarat di jalanan depan rumah. Kepalanya penuh darah. Saya tidak tahu apa yang terjadi padanya dan siapa yang telah mencelakainya. Yang jelas, sepanjang malam saya menangisinya. 🙁 Brian pergi. Dan sejak saat itulah, saya tidak diperbolehkan untuk memelihara kucing lagi.

Buku ini berisi tentang suka duka Soon bersama dua kucing kesayangannya. Kadang ia dibuat kesal dengan ulah kucing-kucingnya yang suka mencakar ini itu, kadang ia harus sibuk berkutat membersihkan bulu-bulu. Namun lebih dari itu, kucing-kucingnya dapat membuat hidup Soon lebih berwarna dan selalu membuatnya merasa rindu.

Kesal sekaligus gemas waktu baca tingkah laku kucing-kucingnya Soon. Ada juga cerita tentang Dewa Ngantuk yang bikin ngakak hard. Dan bahkan, ada juga si Pangeran Cilik yang ikut nongol dengan potongan adegan dari buku Le Petit Prince.

Cerita-cerita yang terangkum dalam buku ini sangat mengibur dan kadang sedikit haru. Kesemuanya disampaikan dalam ilustrasi-ilustrasi yang ringan tetapi menyegarkan mata. Membaca buku ini, sedikit mengobati hasrat saya untuk memelihara kucing yang tak kesampaian. 😀