Membaca & Menulis

Deana Sedang Jatuh Cinta

Ketika Deana sedang jatuh cinta, maka pipinya akan tampak merah muda, kedua sudut bibirnya akan terangkat ke atas membentuk sebuah senyum manis, membalas senyuman kekasihnya. Lalu saat pujaan hatinya itu mengajaknya jalan-jalan sambil bergandengan tangan, jantung Deana akan berdetak semakin cepat. Memompakan darah ke wajahnya, membuatnya semakin merona. Deana akan lupa menutup mulutnya yang ternganga melihat kekasihnya lincah memainkan sebuah permainan tembak-tembakan di taman hiburan tempat mereka berkencan, lalu memenangkan sebuah boneka monyet lucu untuknya, membuat Deana refleks memeluknya karena bahagia, dan dibalas dengan sebuah usapan halus di kepalanya. Otak Deana juga mulai tidak logis karena dengan senang hati menerima ajakan kekasihnya untuk mencoba wahana rollers coaster padahal ia takut ketinggian.

Ketika Deana sedang jatuh cinta, maka hatinya akan mengharu biru karena rindu. Rindu pada kekasihnya yang sedang jauh darinya. Kekasihnya bilang, ia akan segera kembali membawa sebuah kejutan untuknya. Namun, satu hari terasa seabad bagi Deana. Ia tak sanggup menganggungkan rindu begitu lama. Rindu yang selalu mengusik malam-malamnya, mencuri mimpi-mimpi indahnya. Rindu yang tak terobati hanya dengan menatap foto orang yang sedang dirindukannya. Rindu yang seolah menghalangi oksigen masuk ke paru-parunya, hingga ia tak dapat bernapas dengan sempurna. Membuatnya merasa jika satu hari lagi ia tak melihat kekasihnya, maka ia akan mati kehabisan napas.

Ketika Deana sedang jatuh cinta, maka seluruh sel di tubuhnya seolah bekerja sama dengan saraf sakit di otaknya untuk mengirimkan rasa sakit ke seluruh tubuhnya. Rasa sakit yang bersumber dari hatinya yang cemburu mendapati kekasihnya yang tiba-tiba muncul bersama wanita lain yang tak ia kenal. Setelah rindu yang menyesakkan, kini cemburu yang menyakitkan. Apa maksudnya?! Hati Deana berontak, ingin melampiaskan kemarahannya, namun yang terjadi dia hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat menahan amarah. Air matanya mulai menggenang ketika kekasihnya justru tersenyum santai dan berkata:

“Selama beberapa hari ini, baru kusadari bahwa aku tak sanggup terlalu lama jauh darimu. Aku ingin selalu bersamamu hingga akhir hidupku nanti. Dia adalah seorang desainer. Setelah ini, kau harus ikut dengannya untuk mengukur gaun pengantinmu. Would you be my wife?” ucap kekasihnya final.

Deana memang sedang jatuh cinta, maka ketika mendengar kekasihnya mengucapkan kata keramat itu, ia tak sanggup lagi menahan genangan yang sejak tadi sudah membuat kelopak matanya penat.

“I do,” jawab Deana sambil menyeka air matanya.

#Dibuat untuk memenuhi tugas kedua tahap 1 Gradien Writter Audition

Tugas: Deskripsikan “[Nama] Sedang Jatuh Cinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *