Jalan-Jalan

Plaosan: Si Kembar yang Terabaikan

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke sana, terus terang saja saya tak tahu-menahu tentang candi ini. Candi Plaosan memang tak setenar tetangga sebelahnya, Candi Prambanan, candi Hindu yang dinobatkan menjadi candi tercantik di dunia yang menurut legenda setempat dibangun sebagai bukti cinta Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Itu legendanya lho ya, karena menurut sejarah, Candi Prambanan sebenarnya dibangun oleh Rakai Pikatan pada era Jawa Kuno sebagai pesaing dari candi Buddha yang telah berdiri sebelumnya, Candi Borobudur dan Candi Sewu, yang lokasinya tak jauh dari Prambanan.

Kembali ke Plaosan, seperti yang telah saya katakan tadi, sampai ketika menginjakkan kaki ke sana, saya belum tahu apa-apa mengenai candi ini. Namun, bersyukurlah pada teknologi yang semakin canggih. Karena tak perlu repot-repot bertanya ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, cukup dengan mengaktifkan laptop dan koneksi internet maka Wikipedia sudah bisa menceritakannya panjang lebar. Hehe

Jadi, hampir sama seperti Prambanan, Candi Plaosan juga dibangun pada masa Jawa Kuno oleh Rakai Pikatan bersama Sri Kahulunan. Terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, kira-kira 1 KM dari Candi Sewu dan Candi Prambanan.

Candi Plaosan memiliki dua kompleks, Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Plaosan Lor memiliki dua candi utama, candi induk utara dengan relief perempuan dan candi induk selatan dengan relief laki-laki, sedangkan Plaosan Kidul terdiri dari beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Yang unik dari Candi Plaosan adalah dua candi induk yang berbentuk serupa atau yang biasa disebut sebagai candi kembar. Selain itu, meskipun Candi Plaosan adalah candi Buddha, akan tetapi ia menggunakan arsitektur gabungan dari candi Hindu dan Buddha.

dscn1630

Tiket masuk ke Candi Plaosan cukup murah meriah. Hanya dengan 3 ribu saja, kita sudah dapat menikmati cagar budaya peninggalan zaman purbakala ini. Sayangnya, kesan pertama yang saya dapat saat memasuki gerbangnya adalah suasana yang ‘horor’. Bukan karena hawa mistis yang katanya sering muncul pada benda-benda peninggalan zaman purba, melainkan lebih kepada kondisi objek wisata itu sendiri yang seolah tak terurus, seperti terabaikan. Utamanya di Plaosan Kidul. Di beberapa lokasinya tercium bau pesing, ulah para oknum tak bertanggung jawab.

dscn1627
Candi Plaosan di antara puing-puing batu candi yang belum tersusun
dscn1713
Puing-puing batu candi di Plaosan Kidul

Namun terlepas dari itu semua, Candi Plaosan menawarkan pemandangan yang indah di sekitarnya. View Gunung Merapi yang tampak jelas, rasanya sayang bila tidak diabadikan dengan kamera. Pelataran luas yang terdapat di Plaosan Lor, menjadi “narsis area” yang tak boleh dilewatkan.

dscn1697
Candi Plaosan berlatar belakang view Gunung Merapi ^^~
img_9474
Foto di reruntuhan kece juga ternyata hasilnya
img_9463
Girlband baru yang akan segera debut. Haha!

Harapannya, ke depan pengelolaan Candi Plaosan bisa lebih diperhatikan lagi. Dengan demikian, Candi Plaosan dapat menjadi alternatif objek wisata yang tak kalah menarik dibandingkan candi-candi lainnya yang telah lebih dulu melegenda. Semoga. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *