Suka-Suka

Yang Disunahkan Rasul di Malam Jumat

Suka terheran-heran ketika kawan-kawan saya berubah jadi “ngeres” setiap tiba malam Jumat. Alih-alih horor-hororan, mereka justru sibuk membuat lelucon dengan istilah “Sunah Rasul”. Kalau iseng saya nyeletuk, “Ikut, dong, sunah Rasulan. Mumpung malam Jumat, nih!” Respons yang saya dapat kurang lebih pasti seperti ini: “Heh, jomblo! Nikah dulu baru boleh sunah rasulan!” Huahaha krik… krik… hadeh! :/

Well, sepertinya memang istilah sunah Rasul belakangan ini sudah mengalami penyempitan makna. Dalam hal ini, khususnya, adalah sunah Rasul di malam Jumat. Malam Jumat dianggap sebagai waktu yang tepat untuk… err… if you know what I mean. Konon, kesalahpahaman ini disebabkan oleh adanya sebuah ungkapan yang berbunyi:

“Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

Ungkapan tersebut pada akhirnya dianggap sebagai sebuah hadis, sehingga masyarakat kemudian percaya bahwa Rasul mensunahkan setiap malam Jumat sebagai waktu untuk “itu”. Padahal dari hasil saya baca-baca, hadis yang itu ternyata cuma palsu belaka. :/

Apa yang disunahkan oleh Rasul di malam Jumat itu banyak, tauk! Bukan sekadar masalah ena-ena suami dan istri, melainkan juga urusan ibadah lainnya. Seperti misalnya:

Puasa Senin-Kamis. Hari Kamis = malam Jumat kan, ya. 😀 Rasul mensunahkan kita untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis, sebab dua hari itu merupakan hari di mana para malaikat pencatat amal melaporkan setiap amalan kita kepada Allah swt. Jadi, kalau kita puasa pada hari itu, maka di laporan amalan kita nanti juga tertulis kalau kita sedang puasa.

Selain itu, setiap malam Jumat dan hari Jumatnya, kita disunahkan memperbanyak baca zikir, shalawat, dan doa-doa. Karena pada hari ini, ada suatu waktu di mana Allah akan mengabulkan seluruh permohonan dari hamba-Nya. Jadi, semakin banyak berdoa semakin banyak pula peluang doa kita akan dikabulkan. Trus kalau kita banyak bershalawat, kita juga akan jadi umat yang paling dekat dengan Rasul kelak di hari kiamat.

Ada hadisnya, Gaes! Kalau yang ini insya Allah bener.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

Sunah Rasul lainnya pada malam dan hari Jumat adalah perbanyak membaca Alquran. Khususnya, surah Al-Kahfi. Rasulullah saw. pernah bersabda:

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Ka’bah).” (HR. Ad-Darimi, Al-Albani menshahihkannya).

Tuh, kann… banyak kali sunah Rasul di malam Jumat. Itu yang saya tahu saja, sih. Lebih banyak terkait sunah Rasul di malam Jumat ini, coba tanya ke ustadz/ustadzah yang ilmunya lebih mumpuni, deh, ya. Trus, boleh bagi info ke saya juga. Wkwk

Intinya, jomblo juga boleh ikut sunah Rasulan di malam Jumat, Vroh! Hahaha 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *