Seni & Budaya

Tumplak Punjen: Wujud Syukur Atas Selesainya Tugas Orang Tua

Sebagian orang mungkin ada yang belum mengenal upacara adat yang satu ini. Salah satu rangkaian prosesi upacara pernikahan adat Jawa, yang mana dilaksanakan pada saat orang tua mengadakan pernikahan anaknya yang terakhir. Nama Tumplak Punjen itu sendiri berasal dari kata tumplak yang berarti tumpah (keluar semua), dan punjen yang artinya sesuatu yang dipanggul (anak yang menjadi tanggungan orang tua). Kata punjen dapat dimaknai juga sebagai pundi-pundi, yang menyimbolkan harta benda hasil jerih payah orang tua.

Dalam budaya Jawa, orang tua memiliki tiga kewajiban terhadap anak-anaknya, yaitu memberi nama yang baik (nama yang berisi harapan dan doa untuk anak-anaknya), mendidik, dan yang terakhir adalah menikahkan. Ketika orang tua telah menikahkan anaknya yang terakhir, maka upacara Tumplak Punjen ini dilakukan sebagai tanda bahwa orang tua telah menyelesaikan seluruh kewajiban mereka kepada anak-anaknya.

Adapun pelaksanaan prosesi Tumplak Punjen ini sendiri dilakukan pada saat acara Panggih Temanten. Acara dimulai dengan sambutan dari salah seorang anak yang mewakili saudara-saudaranya, yang ditujukan kepada bapak dan ibunya. Dalam sambutannya tersebut, sang anak dapat menyampaikan ungkapan terima kasih atas jasa-jasa orang tua kepada mereka. Setelah itu, giliran orang tua yang memberikan jawaban atas sambutan dari anaknya. Kemudian dilanjutkan dengan sungkeman, yang dimulai dari anak tertua hingga si bungsu (sang pengantin) beserta para pasangan masing-masing.

Ketika sungkem, orang tua akan memberikan kantung-kantung kecil yang berisi biji-bijian (beras kuning, kedelai, jagung, empon-empon), bunga sritaman, dan uang. Prosesi ini menyimbolkan orang tua memberi modal kepada anak-anaknya untuk mengarungi hidup yang baru. Modal yang dimaksud bukan hanya berupa harta benda, melainkan juga modal ilmu, budi pekerti, dan agama.

Setelah sungkeman selesai, orang tua menyebar udhik-udhik yang berada dalam bokor, yang kemudian bisa diperebutkan oleh anak, menantu, cucu, dan seluruh tamu undangan. Yang dimaksud dengan udhik-udhik itu sendiri adalah sama seperti isi kantung-kantung kecil yang sebelumnya diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya ketika sungkeman, yaitu berupa biji-bijan, bunga sritaman, dan uang receh. Saat prosesi menyebar udhik-udhik ini, orang tua harus menyisakannya untuk kemudian ditumplak atau ditumpahkan di depan pelaminan, sebagai syarat dari upacara Tumplak Punjen bagi anak terakhirnya.

images
Udhik-Udhik (Gambar diambil dari cridealits.blogspot.com)

Dalam perkembangannya, pelaksanaan prosesi Tumplak Punjen ini memiliki beberapa perbedaan dari upacara aslinya. Perbedaan ini terjadi sesuai dengan perubahan zaman. Seperti misalnya, upacara Tumplak Punjen tidak melulu dilaksanakan pada acara pernikahan si bungsu. Sebab tak jarang terjadi anak bungsu yang menikah lebih dulu daripada kakaknya. Maka, Tumplak Punjen ini dilaksanakan pada hajatan terakhir yang diadakan oleh orang tua, meskipun itu bukan pernikahan anak bungsunya. Perbedaan lainnya ada pada salah satu ubo rampe Tumplak Punjen yang sebelumnya berupa uang receh, baik logam ataupun kertas, pada zaman sekarang dapat diganti dengan hadiah berupa perhiasan atau barang berharga lainnya. Ada juga yang hanya memberikan udhik-udhik tersebut sebagai souvenir yang dibagikan kepada para tamu undangan, bukan disebar dan dirayah sebagaimana sebelumnya.

tumplak punjen
Contoh souvenir yang berisi udhik-udik untuk para tamu undangan (gambar diambil dari: http://corojowo.blogspot.co.id)

Bagaimanapun cara pelaksanaannya, baiknya kita ambil saja makna dan tujuan dari prosesi Tumplak Punjen itu sendiri. Selain sebagai wujud syukur orang tua kepada Allah Swt. karena telah selesainya tugas mereka membesarkan, mendidik, hingga menikahkan anak-anaknya, juga sebagai tanda cinta kasih orang tua, tanda bakti anak (ditandai dengan sungkeman), teladan untuk bersedekah kepada sesama, dan harapan serta doa orang tua untuk kebahagiaan anak dan cucunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *