Suka-Suka

Jam Keramik Pemberian Para Manusia Rempong

Untuk menceritakan sejarah dari benda ini, saya harus flashback dulu ke kejadian beberapa tahun yang lalu. Waktu saya resign dari kantor yang menjadi tempat debut saya kerja di penerbitan (halah!). Kultur di kantor saya dulu, setiap ada yang resign selalu pakai acara makan-makan sebagai perpisahan. Memang tidak ada yang mengharuskan, tapi karena sudah menjadi kebiasaan, jadi rasanya ada yang aneh kalau tidak dilakukan. Nah, waktu itu saya resign mulai periode Januari 2014. Artinya, hari terakhir saya di sana adalah tanggal 31 Desember 2013. Akhir tahun, akhir bulan. Saat di mana kantong sudah terlalu kempes untuk mengajak teman-teman sekantor makan-makan. :p

Lalu, saya memikirkan sesuatu yang lain sebagai tanda perpisahan. Yang lebih berkesan, tapi lebih efisien, hahaha! Sebab acara makan-makan sebagai farewell party itu sudah terlalu biasa, maka saya ingin menyiapkan sesuatu yang sedikit istimewa. Demikian pembelaan saya waktu itu.

Nah, apa yang saya persiapkan untuk teman-teman saya?

Hemm… mungkin dasarnya saya ini emang alay, sok puitis, sok romantis, dan drama. Jadi, malam sebelum hari terakhir saya di kantor, saya beli cokelat Silverqueen ukuran 68 gram (harganya murah saja kok waktu itu, cuma 13 rb kalau nggak salah ingat, wkwkwk), terus juga beli pita satu meter. Sepulang dari beli cokelat dan pita, saya mampir ke rental dekat rumah buat ngeprin surat untuk teman-teman saya (maklum, nggak punya printer). Surat itu saya bikin siang hari pas jam istirahat di kantor, wkwk. Biaya untuk beli cokelat, pita, dan ngeprin itu jauh lebih murah dibandingkan anggaran makan-makan. :v

Sesampainya di rumah, saya mulai deh bikin prakarya. Gunting, lipat, dan ikat dengan pita surat-surat itu bersama sepotong cokelat. Cukup puas dengan hasilnya, saya berangkat tidur dengan senang. Membayangkan respons teman-teman saya esok sorenya ketika saya pamit sambil bagi-bagi cokelat lengkap dengan sepucuk surat. 😀

Oh ya, seperti ini, nih, tampilan cokelat saya waktu itu… 😀 Saya comot gambarnya dari blog teman saya, Mbak Fatkah. Hahaha :v

img-20140102-wa0005

Pas hari H, sesuai skenario yang sudah saya buat, saya membagi-bagikan cokelat sambil pamitan dengan teman-teman. Tak disangka, niat pengiritan yang sok sweet itu membuat teman-teman cewek saya jadi mewek. Hehehe duuh, padahal kan masih bisa ketemu lagi meski udah nggak sekantor.

Melihat teman-teman saya pada mewek, saya jadi ikut terbawa suasana juga. Tapi, sampai di situ sih masih aman. Hingga akhirnya mereka mengeluarkan sebuah kenang-kenangan. Jam keramik bergambar foto-foto kami dari berbagai momen. Lengkap dengan tulisan:

“Cemungudh Mpok! Remember us yak, always n forever!”

By. Manusia-Manusia Rempong Leutikaprio

img_20160502_220622

Hasyah! Apa-apaan ini?! Ini di luar skenario. Sebab sepengetahuan saya, teman-teman yang resign sebelum-sebelumnya nggak ada yang dikasih beginian. Saya jadi belum nyiapin ati deh ah… huwaaa~

Oke, fix! Tahun 2013 saya ditutup dengan acara tangis-tangisan di kantor. T___T

Tak cukup sampai di situ, mereka bahkan membuatkan postingan di blog segala.

Hadeehh… saya kan susah move on jadinya. Memang, pembalasan selalu lebih kejam. Sudah… sudah, hentikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *