Buku

[Book Review] Miminlicious: Tak Ada Mimin yang Tak Retak

miminlicious
Gambar diambil dari sini

Judul: Miminlicious, Tak Ada Mimin yang Tak Retak

Penulis: Admin Jacob @divapress01

Penyunting: Meti Item

Penerbit: DIVA Press

Terbit: Januari 2015

Tebal: 212 halaman

Ada pepatah Jawa yang menyatakan bahwa manusia hidup di dunia ini hanyalah saling memandang, menilai, dan menakar. Namun, penilaian tersebut belum tentu benar atau sesuai dengan kenyataan yang dialami sendiri oleh yang bersangkutan.

Demikian halnya dengan profesi. Kadang kita menganggap pekerjaan orang lain lebih menyenangkan daripada pekerjaan sendiri. Padahal kenyataannya, setiap pekerjaan itu memiliki risiko masing-masing. Barangkali itulah yang ingin disampaikan oleh MinCob, panggilan akrab Admin Jacob dari akun @divapress01.

Banyak orang yang sering salah sangka dengan profesi admin medsos, atau yang di zaman kekinian disebut juga dengan istilah publisis. “Enak, ya, jadi admin medsos, kerjaannya twitteran terus.” Barangkali seperti itulah komentar dari kebanyakan orang tentang profesi ini. Padahal di balik twitteran-nya seorang admin medsos, mereka memiliki tugas khusus, yaitu mempromosikan produk atau brand dari sebuah perusahaan. Mereka harus membuat konsep promosi yang mengena dan diterima khalayak. Mereka juga dituntut untuk pandai berinteraksi dengan banyak orang di dunia maya. Dan dalam melaksanakan tugasnya itu, seorang admin medsos harus berurusan dengan ribuan followers-nya dengan karakter yang rupa-rupa.

Bagaimanapun keadaan mood yang sedang dialami, betapapun ajaibnya followers hingga membuat tekanan darah meninggi, admin medsos harus tetap bisa tersenyum. Karena, sebagaimana kata MinCob di pengantar buku ini, seorang admin sejatinya memiliki tanggung jawab untuk berusaha membahagiakan sebagian besar followers-nya.

“Mengapa kamu ingin menjadi Mimin padahal MinCob saja nggak ingin menjadi dirimu?” – hal. 8

Awalnya, saya mengira buku ini akan seperti buku-bukunya Raditya Dika atau buku-buku bergenre personal literature lainnya. Saya bayangkan, buku ini berisi cerita keseharian MinCob saat menghadapi followers dengan berbagai macam karakter, yang disampaikan dengan lebih banyak narasi. Namun rupanya, buku ini berisi kumpulan percakapan Twitter, Gaes! Agak ragu juga sih awalnya, ngapain coba baca kumpulan tweet doang? Namun, ternyata saya sangat enjoy membacanya dari awal sampai akhir. Buku ini sukses bikin saya ngakak di tiap bagiannya.

@GilaKuis: Min, boleh jawab berapa banyak?

@MinCob: Boleh menjawab berulang kali asal jawabannya berbeda-beda.

@GilaKuis: Min, itu maksimal kita boleh jawab berapa kali tweet?

@MinCob: Pokoknya bebas asal sampai jam 4 sore WIB.

@GilaKuis: Maksud aku berapa banyak, Min?

@MinCob: Sesukamulah asal dunia tenteram.

— hal. 27

Selain percakapan-percakapan MinCob dan MinLev dengan followers yang ajaib, di dalam buku ini juga ada cerita dari Kak Nita dan Kak Dion saat menghadapi klien atau pelanggan yang tak kalah ajaibnya dengan followers MinCob dan MinLev. Kesemuanya itu disampaikan dengan rada-rada lebay sehingga lebih greget. Ada juga ilustrasi penampakan palsu MinCob dan MinLev 100% hoax, serta emoticon-emoticon unyu macam gini >> \(ˆ́▿ˆ̀”)/, (≧∇≦)/, (¬__¬ ), dll sehingga lebih terasa feel lucunya.

Selain menambah wawasan tentang dunia permiminan, buku ini juga recommended sebagai bacaan ringan penghilang stres. Sangat menghibur dari setiap aspeknya. Mulai dari back cover yang menggoda, pengantar yang lebay tapi asyik, isinya yang kocak, hingga Tentang Curhat Penulis yang semula saya harapkan akan mengungkap jati diri MinCob tapi ternyata tidak. *fans MinCob kecewa*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *