Buku · Suka-Suka

Pengalaman Masuk ke Warehouse Gramedia Buat Hunting Buku-Buku Keren

Jadi ceritanya, Gramedia sedang ada cuci gudang. Mereka bikin acara yang namanya kalau nggak salah ingat adalah “Open Warehouse Sale”. Menurut cerita dari teman-teman yang sudah ke sana lebih dulu, mereka berhasil dapat buku-buku keren dengan harga yang murah meriah. Berasa nemu harta karun, katanya.

Sayang, karena waktu bukanya pas dengan jam kerja, saya belum dapat waktu yang tepat buat ke sana. Padahal, lokasinya nggak jauh dari kantor. Sama-sama di wilayah Maguwoharjo, Yogyakarta. Tak ingin ketinggalan berburu harta karun, akhirnya saya dan teman-teman kantor mengagendakan hari Jumat untuk ke sana, yang waktu istirahatnya lebih panjang karena cowok-cowok harus salat Jumat.

Terus terang, ini pengalaman pertama saya berburu buku langsung ke gudangnya (kecuali di kantor sendiri). Maka saya cukup terpesona ketika semua tak seperti yang saya bayangkan.

Bayangan saya, saya akan menemui stan-stan yang didirikan di halaman gudang itu. Lalu, buku ditata atau diobral di stan-stan tersebut. Yah, sebagaimana bazar atau pameran buku pada umumnya, lah. Namun ternyata kami malah langsung dipersilakan masuk ke dalam gudangnya, memilih sendiri buku langsung dari rak-rak yang tersedia, plus kami harus sedia masker untuk menghalangi debu-debu yang tebalnya mungkin sudah 5 senti agar tak masuk ke pernapasan, haha.

Menarik!

Sangat ‘heroik’ untuk mendapatkan buku idaman. Halah! 😀 Wajar saja kalau saya jadi agak ndeso.

Ada banyak buku dengan segala kondisi tersedia di sana. Ada yang masih lumayan baru, juga yang sudah cukup langka (kalau jeli mencarinya). Ada yang masih mulus bersegel, pun ada yang sudah lepas segel. Dan, ini salah satu buku hasil buruan saya .…

Pseudonymous Bosch

Buku lama, terbit tahun 2013. Dan, berseri. Ada 4 seri, yang keempat katanya baru mau terbit juga (jadi mungkin di toko buku masih ada kali yaa, kapan-kapan cari deh). Saya dapat yang buku kedua. Buku pertama dapat dari teman saya, yang ketiga … entah. 😀

Awalnya sih, saya tertarik dengan buku itu karena judulnya yang unik: “Judul Buku ini Rahasia” (buku kesatu), “Kalau Kau Baca Buku Ini Terlambat Sudah” (buku kedua). Selain itu, juga karena nama penulisnya yang ribet: Pseudonymous Bosch. 😀 Dan, setelah lihat isinya, ternyata koplak juga saudara-saudara!

Nanti saya bikin review, deh (kalau nggak berubah pikiran). Wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *