Suka-Suka

Facebook Vs Blog, Pilih Mana?

blog-vs-facebook
Gambar diambil dari dimasnureskadsbx-z2u6s5.blogspot.com

“Lebih enak mana, ngeblog atau facebookan?”

Pertanyaan ini, dulu sempat diutarakan sama mas pemred saya, dalam sebuah obrolan bersama teman-teman di kantor. Waktu itu, saya lebih memilih blog. Saat ditanya alasannya, jawaban saya karena di Facebook sudah terlalu random audiens-nya. Namun, jawaban saya itu bisa terbantahkan. Masalah audiens yang random, itu tergantung bagaimana kita menyeleksi pertemanan. Jadi, bukan salah Facebook-nya. Haha… iya juga sih.

Nah, setelah saya renungkan lagi, alasan saya lebih suka ngeblog daripada mainan Facebook adalah sebagai berikut:

  1. Audiens yang random

Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, alasan saya lebih suka blog daripada facebook adalah karena audiensnya. Dua hari yang lalu, saya baru saja menonaktifkan akun Facebook saya. Pertama, karena bosan. Kedua, karena Facebook sudah terlalu ramai dan isinya cuma haha hihi doang. Jadi, saya ingin menenangkan diri dari hiruk pikuk itu sementara waktu. Saya akan kembali lagi nanti kalau sudah mood. 😀

Memang, di Facebook energi saya lebih banyak terkuras untuk sesuatu yang kurang produktif. Sementara di blog, yah … menulis juga cukup menguras energi. Namun setidaknya, saya jadi bisa memberikan “gizi” untuk diri sendiri, tidak sekadar haha hihi.

  1. Latihan menulis

Blog dapat dipakai sebagai sarana untuk melatih keterampilan menulis. Sebab menulis sebuah blog post itu tidak sesimpel menulis status, wkwkwk. Sebenarnya, di Facebook juga bisa, sih. Ada fasilitas “note” yang–menurut pengamatan saya–jarang dimanfaatkan oleh sebagian besar pengguna Facebook. Namun, saya lebih suka menulis di blog karena menurut saya, dengan mempostingnya di blog, tulisan saya akan lebih terhargai. Ya meskipun sejauh ini tulisan saya di blog cuma sederhana saja, belum ada yang istimewa.

Tapi, beneran, deh. Respons yang didapat ketika kita posting tulisan di Facebook, berbeda dengan respons yang didapat dari blog. Di Facebook lebih ramai, tapi alay. Sedangkan blog, cenderung sepi, tapi “bergizi”. Efek dari respons yang “bergizi” itu, akhirnya saya jadi termotivasi untuk terus berlatih menulis dengan lebih baik, dan lebih baik lagi.

  1. Lebih Privat

Blog sifatnya lebih privat. Maksudnya, tidak ada yang bisa dengan seenaknya mengirimi atau menge-tag sesuatu ke beranda kita. Kalaupun ada yang asal nitip iklan di kolom komentar, itu tidak begitu mengganggu. Tinggal diabaikan saja tuh komen, atau kalau mau sadis ya dihapus, wkwk.

  1. Bisa milih desain sendiri

Di blog, kita bisa memilih template tema sendiri. Ada banyak tema yang disediakan, baik yang premium ataupun gratisan. Selain itu, kita juga bisa menentukan sendiri tata letak serta widget apa saja yang ingin dipasang di blog. Disesuaikan dengan selera pribadi. 😀

  1. Bisa dibaca-baca lagi

Kadang, blog menjadi semacam diari. Ada kalanya kita ingin bernostalgia dan membacanya lagi. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *