Suka-Suka

Mengenal Sadako Sasasi & Sadako Yamamura

Kalau disebut nama Sadako, barangkali yang terbayang di benak kita adalah hantu Jepang yang suka muncul dari layar televisi, kemudian menghampiri korbannya. Sebagai orang yang menyukai film horor, tentu saya kenal dengan Sadako. Sosok ini mulai dikenal masyarakat melalui film “Ringgu” atau “The Ring” yang diadaptasi dari novel karya Koji Suzuki. Sosok ini pulalah yang kemarin menjadi salah satu tujuan saya datang ke acara Asian Food Festival di Jogjakarta Expo Center beberapa waktu yang lalu.

Iya, kadang selera saya memang seaneh itu. Bukannya mencicip makanannya, malah mengincar hantunya. Mwahahaha

wp-1478850377098
Ketemu Sadako di Asian Food Festival 😀

Begitu melekatnya sosok hantu Sadako di dalam ingatan masyarakat, sehingga nama Sadako dianggap sebagai nama dari hantu Jepang itu sendiri. Sebagaimana kita kalau menyebut nama Drakula, Vampire, atau Kalong Wewe. Padahal sebenarnya, Sadako merupakan nama orang, yang secara etimologi memiliki arti sangat jauh dari citra hantu Sadako dalam ingatan masyarakat selama ini. Secara etimologi, Sadako terbangun dari dua kata “Sada” dan “Ko”, yang artinya “anak yang suci”. Pada masanya, nama Sadako ini merupakan nama yang populer di Jepang, dan menjadi pilihan para orangtua untuk menamai anak perempuannya. Di Jepang, ada dua nama Sadako yang sangat melegenda dan dijadikan sebagai simbol budaya negara tersebut, yaitu Sadako Sasaki dan Sadako Yamamura.

Sadako Sasasi adalah seorang anak korban bom atom Hirosima. Saat bom atom dijatuhkan di kota Hirosima pada 6 Agustus 1945, Sadako Sasasi sedang berada di rumahnya yang terletak sekitar 1 mil dari lokasi Ground Zero. Beberapa bulan setelahnya, Sadako Sasasi didiagnosis menderita Leukemia, dampak dari radiasi bom atom itu.

Selama tinggal di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Sadako Sasasi selalu membuat origami berbentuk burung bangau. Konon menurut legenda di Jepang, barangsiapa yang dapat melipat seribu bangau kertas, maka segala permohonannya akan dikabulkan oleh Dewa. Namun, baru 644 burung bangau yang berhasil dibuatnya, Sadako Sasaki sudah tak sanggup lagi melawan penyakitnya. Ia meninggal dunia pada 25 Oktober 1955, di usia 12 tahun. Kisah Sadako Sasaki ini sangat menginspirasi dan dikenang oleh banyak masyarakat sebagai simbol harapan dan ketegaran. Kisahnya juga dituliskan ke dalam sebuah buku berjudul Sadako and the Thousand Paper Cranes. Bahkan, pada tahun 1958, dibuat sebuah patung berbentuk Sadako Sasaki sedang memegang bangau kertas, guna mengenang kisah luar biasa seorang gadis kecil yang melipat 1.000 burung kertas sebelum kematiannya.

sadako_statue_at_noborichc58d_junior_high_-_1985-1
Patung Sadako Sasaki (Gambar diambil dari wikipedi.org)

Lain halnya dengan Sadako Yamamura. Sadako Yamamura merupakan tokoh fiksi dalam novel karangan Koji Suzuki yang kemudian diadaptasi menjadi film trilogi “The Ring”. Dalam film tersebut, diceritakan bahwa Sadako Yamamura adalah seorang gadis cantik yang lahir dari hasil perkawinan ibunya dengan setan. Karena keturunan setan, Sadako Yamamura memiliki kekuatan jahat yang terpendam, sehingga dia harus dikurung sepanjang hidupnya.

Suatu hari, ayah angkatnya yang sangat ketakutan terhadap kekuatan jahat Sadako, merencanakan pembunuhan terhadapnya. Sang ayah memukul Sadako, lalu memasukkannya ke dalam sumur. Sadako masih hidup saat dimasukkan ke dalam sumur, tetapi akhirnya dia meninggal karena kelaparan. Dalam keadaan penuh amarah atas nasib malang yang dia alami semasa hidupnya. Arwah Sadako Yamamura kemudian sering berkeliaran untuk menebar kutukan dan membalas dendam.

Yap, Sadako Yamamura adalah Sadako hantu Jepang yang kita kenal selama ini.

sadako-yamamura
Sadako Yamamura di film Ringgu 1998 (Gambar diambil dari http://villains.wikia.com/)

Hantu Sadako Yamamura digambarkan sebagai seorang wanita berambut panjang, berbaju putih panjang, dan berwajah pucat dengan ekspresi penuh kemarahan yang menyeramkan. Kalau dipikir-pikir … wujud hantu Sadako ini sangat mirip dengan hantu dari Indonesia. Tahu, kan, siapa dia? Ah, tak perlu sebut namanya, sebab katanya bahkan hanya dengan memikirkannya saja, dia akan hadir di sekitar kita. Nah, loh!

Coba cek, siapa tahu ada yang sudah hadir di belakangmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *