Buku

[Book Review] 8… 9… 10… Udah Belom?!

dtinta-1497061629782

Judul:  8… 9… 10… Udah Belom?!

Penulis: Laurentia Dermawan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 208 halaman

Terbit: Juli 2008

Blurb:

Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike.

Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?

Baiklah, jadi yang namanya teenlit itu nggak jauh-jauh dari:

  1. Kapten basket/cowok cakep banget yang digilai banyak cewek di sekolah.
  2. Cewek populer beserta gengnya yang selalu menganiaya siapa pun yang coba-coba dekat dengan si cowok idola.
  3. Cewek enggak populer dan sahabatnya, yang sebelumnya selalu berseteru dengan si cowok idola tapi berakhir saling jatuh cinta.
  4. Anak-anak berangkat sekolah dengan mengendarai mobil sendiri.
  5. Tokoh orang tua yang jarang muncul. Seolah di dalam cerita itu anak-anak remaja pada pusing memecahkan masalah mereka sendiri (yang kadang masalahnya itu amat pelik, lebih pelik dari masalah orang dewasa mikirin jodoh #eh).
  6. Plus, meski nggak selalu, tapi sering, ada adegan tragis seperti sakit keras atau kecelakaan yang berujung salah satunya meninggal dunia atau amnesia.

Sebenarnya saya sudah mulai bosan baca cerita-cerita mainstream ala novel teenlit, sebab memang sudah bukan masanya (ingat umur, woy!). Tapi, buku ini sudah ada di tumpukan buku-buku yang belum terbaca sejak lama. Dan saya harus bertanggung jawab untuk membaca buku-buku yang sudah saya beli. Sialnya, dulu saya suka banget dengan genre ini. Jadi, buku-buku semacam ini ada lumayan banyak yang tertimbun menunggu pertanggungjawaban untuk dibaca. (T____T)

Catatan untuk novel ini:

  1. Judulnya unik. Bisa dibilang, ini salah satu daya tarik dari buku ini.
  2. Covernya bagus. Manis. Sangat remaja.
  3. Ceritanya terlalu umum.
  4. Dialognya… banyak umpatan, hmm… nggak tahu juga sih pergaulan remaja zaman sekarang gimana. Tapi, saya kurang sreg aja dengan tokoh-tokoh remaja di dalam novel ini yang sering bilang “Lo gila!”, “Lo bego”, “Tolol”, dan sebagainya. 🙁
  5. Ada beberapa bagian yang nggak logis. Memang ini fiksi, tapi kan kalau nggak logis jadinya ngganjel juga.
  6. Last, mungkin kalau saya baca ini waktu masih SMP, saya bakalan terharu juga dengan kisah Nesya – Vino – Mike itu.

Tapi, ini bukan buku yang jelek, sih. Saya pernah menemukan yang lebih parah dari ini. Jadi, kalau kemarin saya rada bosan waktu membaca buku ini, barangkali karena genre ini bukan lagi bacaan yang tepat untuk saya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *