Buku

[Book Review] Sing-Py, Single Happy: Buat Apa Dobel Tapi Nyakitin, Kalau Bisa Single Tapi Bahagia

Sing Py

Judul:  Sing-Py, Single Happy

Penulis: Dewi Dedew Rieka

Penerbit: Loveable

Tebal: 212 halaman

Terbit: September 2015

Apa yang salah sih jadi jomblo. Ya, memang dia ke mana-mana sendirian. Bareng ransel doang. Tapi, rasanya asyik-asyik saja. Nggak ada yang ngintilin melulu atau cerewet nanya, kamu di mana? Dengan siapa? Melakukan apa? – hlm. 136

Rania, seorang janda kembang yang trauma disakiti pria. Ia lalu membangun sebuah kos-kosan dengan misi tertentu, yaitu mendidik cewek-cewek agar tidak mudah tergoda oleh rayuan cowok. Maka, berdirilah Kos Jomblo. Sebuah kos-kosan putri yang murah meriah dan nyaman, tapi syaratnya harus jomblo. Peminat kos pun menumpuk, sehingga Rania harus melakukan seleksi. Akhirnya, terpilihlah 10 orang penghuni Kos Jomblo yang memiliki karakter warna warni.

Yang seru, meskipun syarat tinggal di Kos Jomblo adalah harus jomblo, tapi isi cerita di buku ini nggak jauh-jauh dari pedekate, pacaran, friendzone, dll. 😀 Mulai dari Hanna dan Vanessa yang sama-sama naksir Athalla, Roro yang pingsan di pernikahan sang mantan terindah, Hanna yang dimanfaatkan sama penulis idola, Kidung yang TTM-an, Tahlia yang pacaran sama playboy, Gani si maniak kuis yang jatuh cinta sama adik laki-laki ibu kos, Gillian si abege yang populer di kalangan cowok-cowok di sekolahnya, dan bermacam permasalahan cewek lainnya.

Secara konten, buku ini lucu, seru, koplak. Sayangnya, editingnya gengges alias ganggu banget, deh. Bayangkan, lagi asyik baca tiba-tiba bingung karena penulisan nama tokoh yang sering keliru, ada typo, tanda baca yang salah, dialog yang saling bertubrukan di satu paragraf (sebaiknya kalau beda tokoh, dienter aja biar nggak bingung), dan ada adegan yang terbalik susunannya.

Di halaman 52 si Vanessa bilang, “Tapi kamu cocok dipanggil Dudung. Tonjokanmu dahsyat.” Tapi, baru di halaman 53 ada adegan Kidung nonjok si Vanessa-nya. Bingung deh, saya.

Mengabaikan editing yang mengganggu, isi dari buku ini sangatlah menghibur. Ada-ada saja kelakuan para jones di buku ini. Buku ini seolah hadir untuk memberikan dukungan kepada para manusia lajang bahwa ….

“Jadi jomblo itu nggak mengerikan, karena jomblo itu bebas merdeka. Meski terhalang dompet tipis di tanggal tua.” – hlm. 81

PS: Terima kasih pemberian bukunya, Mas Dion. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *