Suka-Suka

Blood Type: Ternyata Saya Adalah Si Mainstream O

gambar diambil dari https://ketahui.com

Kalau diminta untuk menyebutkan tiga hal yang paling saya takuti, maka jawabannya adalah jalan raya, jarum suntik, dan cabai rawit. :v Iya, saya memang cemen. Atas alasan itu pula, sampai umur segini saya belum tahu apa golongan darah saya. Hahaha

Selama ini, saya sudah cukup yakin dengan feeling sendiri kalau golongan darah saya adalah B (biru). :p Tapi, kawan-kawan saya bilang kalau saya lebih cocok AB. Alasannya karena saya suka berdiam diri di pojokan sambil membayangkan alien menginvasi bumi. -__-

Golongan darah AB memang terkenal dengan keunikannya. Selain karena sifatnya yang “eksklusif”—hanya dapat mendonorkan untuk sesama AB, tetapi dapat menerima transfusi dari tipe golongan darah apa pun—, golongan darah AB juga dapat dibilang langka. Tak banyak orang yang memiliki golongan darah dengan tipe AB.

Nah, untuk meyakinkan seluruh spekulasi di atas, beberapa waktu yang lalu saya beranikan diri untuk cek golongan darah. Enng… anu, sebenarnya ini juga karena kepepet, sih. Ditanya sama Pak RT untuk keperluan data kependudukan. Daripada tidak dianggap sebagai penduduk, kan? Hahaha

Singkat cerita, setelah antre lama sambil degdegan membayangkan jari saya akan dicoblos sampai berdarah-darah (yang ternyata nggak sakit sama sekali meskipun berdarah, haha huft!), hasil lab menyatakan bahwa saya memiliki tipe darah O rhesus Positif. Sah dan valid, dikuatkan dengan kartu tanda pemeriksaan golongan darah dari ibu petugas lab. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling banyak ditemui di dunia.

Ternyata golongan darah saya mainstream, Pemirsa! 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *