Kpop & Kdrama

Meninggalnya Jonghyun dan Mitos Club27

Jonghyun

Pertengahan Desember tahun lalu, kabar duka datang dari ranah industri musik Korea. Jonghyun, penyanyi, pencipta lagu, yang juga merupakan anggota dari grup Shinee ditemukan telah meninggal dunia akibat keracunan gas monooksida di dalam kamarnya. Diduga, Jonghyun sengaja mengakhiri hidupnya sendiri. Hal ini dikuatkan dengan surat pamitan yang ia kirimkan kepada kakak perempuan dan sahabatnya.

Jonghyun meninggal dunia pada usia 27 tahun. Kematiannya kemudian dikaitkan juga dengan isu Club27. Jonghyun menambah panjang daftar artis-artis yang bunuh diri di usia 27. Sebelum Jonghyun, sudah banyak selebriti dunia yang mengakhiri hidupnya di usia 27 tahun. Sebut saja,  Amy Winehouse, Jim Morrison, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Kurt Cobain, Heath Ledger, dll.

Heath_Ledger
Heath Ledger meninggal dunia pada 22 Januari 2008 karena over dosis obat tidur

Lantas, apa sebenarnya Club27 itu? Apakah klub tersebut benar ada? Konon, istilah “Club27” ini ada karena banyaknya fenomena artis yang bunuh diri di usia mereka yang masih sangat muda. Adanya kesamaan usia, profesi, bakat, prestasi, dan cara mereka meninggal (dengan bunuh diri) membuat para pemerhati musik dunia mengelompokkan mereka ke dalam “Club27”. Di sisi lain, banyak pula yang mengaitkan klub ini dengan hal-hal mistis. Seperti perjanjian dengan setan demi karier yang bagus. Lalu, syaratnya mereka harus meninggal di usia 27.

Sejujurnya, saya baru tahu soal Club27 gara-gara Jonghyun. Dan, dari sekian teori dan spekulasi yang saya baca terkait klub ini, ada satu artikel yang cukup logis dan masuk akal untuk dipercaya. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa menurut sebuah penelitian, usia 27 tahun merupakan fase yang dapat mendatangkan banyak tekanan. Sebagai masa peralihan dari muda menjadi dewasa, dalam fase ini seseorang akan mendapatkan banyak ekspektasi, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun sosial. Berbeda dengan usia 26 tahun ke bawah yang cenderung masih bebas, atau usia 28 tahun ke atas yang lebih suka melakukan refleksi atas hidup yang telah dilaluinya.

Bagi para selebriti yang mendunia, segala tuntutan ini akan menjadi semakin berat. Mereka juga akan menerima ekspektasi dari agensi dan penggemar dari seluruh dunia. Ditambah gaya hidup dalam dunia showbiz, yang pada akhirnya membuat mereka merasa semakin tertekan, depresi, dan yang paling disayangkan, berujung kepada bunuh diri. Wew… mengerikan sekali ya.

Depression is not a joke. Ini adalah penyakit yang dapat menimpa siapa saja. Semoga kita semua selalu mendapat perlindungan dari-Nya, sehingga terhindar dari hal-hal yang demikian. Aamiin. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *