Buku · Suka-Suka

Nyesek Story: Oh, My Book

3MAifsk1

Sudah menjadi kebiasaan saya membawa buku di dalam ransel untuk menemani perjalanan dari kantor-rumah. Sebagai pengguna transportasi umum, saya tentu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk otw daripada dengan kendaraan pribadi. Dengan buku yang saya bawa, saya jadi lebih enjoy menikmati waktu perjalanan sambil membaca. Bahkan kalau sedang bad mood, saya kadang sengaja memilih naik bus dengan rute yang sedikit jauh, demi mendapatkan bus yang sepi sehingga saya bisa duduk tenang sambil membaca.

Buku saya masukkan ke dalam ransel bercampur dengan barang bawaan lainnya, seperti mukena, botol air minum, dompet, charger, power bank, pen case, payung, dan lain-lain. Biasalah, bawaan cewek di tas pasti banyak. Biasanya, sih, baik-baik saja. Paling cuma kusut sedikit bukunya. Tapi, malang tak bisa ditolak. Kemarin sore, saat membuka ransel, saya mendapati buku saya sudah basah kuyup ketumpahan air minum. Entah, mungkin saya kurang rapat menutup botolnya, sehingga seluruh isinya tumpah ke mana-mana. Momen yang paling dramatis adalah ketika saya mengeluarkan buku yang sudah kuyup dari tas, dengan air menetes-netes dari kertas dan covernya. 🙁

Dengan dibantu Ibu, saya melakukan tindakan penyelamatan: menyisipkan tisu di lembar-lembar bukunya, menindihnya dengan buku yang berat supaya covernya tidak tergulung, lalu mengangin-anginkan. Bukunya memang bisa diselamatkan setelah saya melakukan tips-tips hasil googling tersebut. Tapi, tentu saja dia tidak bisa kembali seperti semula.

Padahal ini buku yang baru saya buka segelnya beberapa hari sebelumnya, yang saya niatkan jadi buku pertama yang saya baca di tahun 2018, yang dengan bangga saya pamerkan kepada teman kantor. Bangga bisa memilikinya.

Pokoknya mah saya lagi sayang-sayangnya sama buku ini, sebelum tragedi itu terjadi. Kadang, hidup ini memang lucu. Bisa saja, menit ini kamu merasa sangat bahagia, tapi menit berikutnya kamu nelangsa. Pun sebaliknya. Maka meski nyesek, setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini, yaitu “Jangan berlebihan mencintai. Sebab kalau kecewa, sakitnya akan parah sekali.”

SEKIAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *