Suka-Suka

Dapat Kunjungan Belajar dari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

1
Saranghaeyo

Late post alias telat posting. 😀

Sekitar awal bulan Mei yang lalu, di kantor dapat kunjungan belajar dari teman-teman mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Mereka adalah mahasiswa jurusan Bahasa Arab. Dalam jurusan tersebut terdapat mata kuliah Penerjemahan dan Editorial (begitu kalau nggak salah ingat). Nah, kunjungan belajar ini masuk ke dalam mata kuliah tersebut.

Acara dimulai dengan sesi perkenalan dan ramah tamah. Setelah itu, mereka diperkenankan untuk melihat-lihat sekaligus tanya-tanya langsung ke tim kami. Nggak nyangka, antusiasmenya luar biasa. Dari teman-teman yang berkerumun ke meja saya saja, banyak sekali pertanyaan yang mereka ajukan. Mulai dari penentuan tema buku tiap bulan, mekanisme pencarian naskah, proses editing, proses artistik, proses distribusi, dan banyak lagi.

Saya jadi ingat zaman masih mahasiswa dulu. Sejak dulu, saya sudah bercita-cita pengin kerja di penerbit. Sama seperti mereka, saat itu juga banyak sekali pertanyaan tentang penerbitan dan dunia perbukuan yang memenuhi benak saya. Jadi, senang sekali sekarang bisa berbagi dengan teman-teman ini.

Di pertengahan obrolan, ada yang tanya begini, “Apa kendala terberat yang pernah dihadapi selama bekerja sebagai editor, Mbak?” Hmm… apa ya? Kalau yang berat, sih, paling ketika ketemu naskah yang berantakan tapi penulisnya nggak kooperatif, ketika udah dikejar deadline tapi otak tiba-tiba ngadat, atau kalau dapat komplain dari pembaca hiks, dan sebagainya. Tapi, karena udah cinta sama pekerjaan ini, jadi yang berat-berat itu nggak begitu terasa.

Yah, setidaknya nggak lebih berat kalau dibandingkan dengan upaya move on dari mantan gebetan. Halah… wes to, Mbak!

2

Btw, masih pantas nggak saya foto bareng adek-adek mahasiswi yang imut-imut ini? 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *