Suka-Suka

Diari dan Jejak Labil Masa Lalu

Gara-gara belum move on dari cerita tentang anak teman kami kemarin (sila baca: Jemput Jodoh dengan Cara yang Ngawur atau Elegan?), saya dan dua kawan saya jadi bernostalgia ke masa lalu. Waktu kami masih di usia yang sama dengan anak itu, 14 tahun, kelas 2 SMP.

“Waktu masih SMP, naksir cowok aja aku masih malu-malu. Nggak kepikiran deh untuk bertindak terlalu berani seperti itu,” kata seorang kawan saya.

“Kalau aku, kelas 2 SMP baru belajar terbiasa mendapatkan ‘tamu’ setiap bulan. ‘Tamu’ yang setiap kali datang, membuat hidupku jadi lebih ribet selama semingguan. Belum lagi berurusan dengan nyeri yang kadang bikin nggak bisa ngapa-ngapain lagi selain tiduran,” kawan saya yang satu lagi menimpali.

Sementara saya, apa yang terjadi dengan hidup saya pada waktu kelas 2 SMP? Hmm… nggak ada yang istimewa, sebab sebagian besar hidup saya hanya saya habiskan untuk menulis diari, hahaha. Saya memang agak kuper dulu (sekarang mendingan, lol). Waktu remaja, saya adalah tipe anak rumahan yang setiap hari kerjaannya baca buku, nonton tivi, dan menulis diari. Diari saya dulu lumayan tebal, covernya bergambar Meteor Garden yang sedang hits pada masa itu. Tidak pakai gembok dan anak kunci berbentuk Barbie sebagaimana diari milik teman saya yang lain. Diari saya ini, blak-blakan saja. Namun, saat membuka lembar pertamanya, saya pastikan tidak akan ada yang berani usil membaca isinya.

Memang ada apa di sana?

Di lembar pertama, saya tuliskan dengan huruf kapital semua. Dengan tulisan tangan yang sangat jauh untuk dibilang bagus. Sebuah kalimat intimidasi berikut ini:

“READ THIS AND YOU’LL DIE!”

Haha kok, dulu saya begitu, ya? Moon maaf, pemirsa! Ternyata saya sudah alay sejak dini. :)) Padahal isinya nggak ada yang menarik sama sekali. Baiklah, saya beri sedikit bocoran, ya. Isinya adalah tentang hari-hari di sekolah; tentang saya yang susah mengikuti pelajaran Matematika karena mesti nyimak penjelasan guru di papan tulis, sementara mata saya rabun jauh dan saya nggak pede pakai kacamata ke sekolah jadi nggak bisa lihat tulisan di papan (Hadeh, susah dibikin sendiri); tentang pelajaran favorit saya; tentang teman yang selalu pinjam pulpen tapi nggak pernah dikembalikan lagi (dari dulu memang bakat teraniaya sepertinya -__-); dan banyak lagi. Termasuk tentang cowok pujaan hati saya. Hehehe

Siapa dia? Hemm… jangan pikir dia adalah kapten basket yang ganteng, anggota pencinta alam yang super keren, atau ketua mading yang cerdas dan kharismatik, ya. Sebab, ini bukan FTV. 😀 Jadi, cowok pujaan hati saya adalah… Zac Hanson! Wkwkwk Tahu Zac Hanson, kan? Yang generasi 90-an pasti kenal, deh. Zac Hanson ini drummer sekaligus anggota termuda dari boyband ngetop waktu itu, Hanson. Nih, saya kasih lihat fotonya.

zac
Zachary Walker Hanson
(Gambar diambil dari sini)

Cerita tentang Zac Hanson dan kedua kakaknya, Isaac dan Taylor Hanson, hampir mendominasi lembar-lembar diari saya.

hanson
Zac bersama kedua kakaknya, Taylor dan Isaac.
(gambar diambil dari sini)

Rasakan perbedaannya! 😀

hanson now
Gambar diambil dari sini

Belakangan saya kepo lagi tentang idola lama saya ini. Penasaran bagaimana kabar mereka sekarang. Lalu, saya menemukan fakta bahwa Hanson ternyata masih aktif sampai sekarang, meskipun tidak tur dunia seperti dulu. Zac makin ganteng nggak ketulungan setelah dewasa, aduuu… dan dia sudah menikah. Ya iyalah, memangnya saya, jomblo jatuh tempo. Fakta lain yang cukup mengejutkan, ternyata Zac sudah jadi bapak empat anak! 😀

Turut bahagia, tapi… ada sedihnya juga. Bukan karena patah hati, melainkan karena kapan saya jadi ibu juga? Hiyaahhh….

Time flies. Kalau lagi nostalgia begini, kadang ada perasaan terharu di hati saya. Rasanya waktu cepat sekali berlari dan mengalahkan saya berkali-kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *