Suka-Suka

Jemput Jodoh dengan Cara yang Ngawur atau Elegan?

balance-cookies-dessert-6747
Gambar diambil dari sini

Beberapa waktu yang lalu, kami di kantor dibuat terpana sekaligus tak percaya ketika teman-teman bagian produksi mengajak kami untuk nengok baby di rumahnya salah satu mbak produksi. Bukan baby­-nya yang bikin kami terpana sampai segitunya. Menengok baby ­yang unyu-unyu, tentu saja merupakan agenda yang ditunggu-tunggu. Yang membuat kami agak ternganga adalah ketika mendapat kabar bahwa bayi yang akan kami tengok itu adalah cucu dari si mbak produksi. Benar, cucunya.

Setahu kami, mbaknya itu usianya baru sekitar 35 tahunan. Masih terlalu muda untuk memiliki cucu. Atau, mbaknya dulu nikah muda. Mungkin saja. Kami masih positif thinking waktu itu. Sampai pada akhirnya, kami mendapat informasi bahwa bukan mbaknya yang nikah muda, melainkan anaknya yang menikah dini. Lebih tepatnya, menikah terlalu dini. Anak itu baru saja memasuki usia remaja. Seharusnya dia masih kelas 2 SMP. Namun, karena “terlalu berani” dalam bergaul, sehingga dia sudah harus (terpaksa) menikah dan menjadi orangtua sebelum waktunya. *speechless*

Mendengar kabar itu, rasanya ironis sekaligus miris. Ironis, sebab bahkan saya yang usianya dua kali lipat dari usia dia saja (ketahuan tua), belum ketemu jodoh. Hahaha Dan miris, sebab kasihan sama adeknya itu. Belum tuntas dia merasakan masa remaja, sudah dibebani tanggung jawab sedemikian rupa. Namun, setiap perbuatan sudah pasti ada konsekuensinya. Dan kehilangan masa muda yang menyenangkan adalah konsekuensi yang harus dia terima akibat perbuatannya yang terlalu berani ini. Duh, Dek… 🙁

Lalu, saya jadi teringat pada nasihat berikut ini: “Tuhan telah mempersiapkan jodoh kita masih-masing. Mau cepat atau lambat, pasti akan ketemu dengan orang yang itu juga. Dengan orang yang sudah dipersiapkan oleh-Nya. Tinggal kita mau mengambilnya dengan cara yang grasa-grusu atau cara yang elegan.”

Baiklah kalau begitu, Tuhan. Di mana pun jodoh saya saat ini berada, mohon sampaikan kepadanya. Saya di sini masih menunggunya dengan elegan. Ea~

One thought on “Jemput Jodoh dengan Cara yang Ngawur atau Elegan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *