Film

[K-Movie Review] So I Married an Anti-Fans: Haruskah Saya Jadi Anti-Fans, Supaya Bisa Nikah sama Chanyeol?

i_married_an_anti_fan
Gambar diambil dari sini

Judul: So I Married an Anti-fan

Sutradara: Kim Jae-Young

Rilis: Juni 2016

Cast:

Park Chanyeol sebagai Hou Zhun / Hoo Joon

Yuan Shanshan sebagai Fang Miao Miao / Lee Geun-Yeong

Seo Ju-hyun sebagai Ai Lin / Irene

Jiang Chao sebagai Gao Xiang

Jujur saja, saya tertarik untuk nonton film ini dikarenakan ada Chanyeol-nya. 😀 Jadi, sebenarnya film ini diproduksi di China, dengan dibintangi oleh kolaborasi artis-artis dari Korea dan China. Model kolaborasi dua negara seperti ini bukan yang pertama. Sebelum film ini, sudah ada beberapa drama seri yang mengolaborasikan aktor/aktris Korea dengan aktor/aktris dari China. Sebut saja, Silence sebuah melodrama produksi Taiwan yang diperankan oleh Vic Zhou dan seorang aktris Korea bernama Park Eun Hye. Lalu, ada pula Skip Beat, drama seri produksi Taiwan yang diperankan oleh Choi Siwon dan Lee Donghae Super Junior serta seorang aktris dari Taiwan, Ivi Chen. Nah, untuk So I Married an Anti-Fans ini, Park Chanyeol EXO yang kebagian jatah menjadi lead male dan Yuan Shanshan sebagai lead female. Ada juga Seo Hyun SNSD di second lead female.

So I Married an Anti-Fans diangkat dari novel karya Kim Eun Jeong dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang seorang wartawan bernama Miaomio Fang (Yuan Shanshan) yang tanpa sengaja mengetahui sebuah rahasia dari seorang superstar, Hou Zhun (Park Chanyeol). Bagai mendapat harta karun, dia berniat untuk menuliskan berita terkait rahasia tersebut. Namun, sang artis berhasil menggagalkannya. Malang tak dapat ditolak, justru peristiwa ketika Miaomio dan Hou Zhun bertengkar itu tertangkap kamera jurnalis lain yang kemudian memublikasikannya. Karena kejadian itu, Miaomio akhirnya dipecat dari pekerjaannya.

Sejak saat itu, Miaomio jadi amat membenci Hou Zhun. Dia kemudian menjadi seorang anti-fan yang melakukan bermacam cara untuk mengacaukan kehidupan sang superstar. Tapi, takdir berkata lain. Segala aksi yang telah dilakukan oleh Miaomio justru menarik perhatian salah satu stasiun televisi yang kemudian menawarinya untuk terlibat dalam sebuah reality show bersama Hou Zoun. Dari situlah, Miaomio mengetahui sisi lain dari kehidupan Hou Zoun. Demikian pula sebaliknya.

seohyun_1464362048_1
Gambar diambil dari sini

Sebenarnya tema besar film ini sudah sangat mainstream. Nggak jauh-jauh dari benci jadi cinta. Namun entah kenapa, tetap menarik untuk ditonton. Ada banyak adegan lebay as always. Adegan-adegan lebay itu ibaratnya bumbu dalam masakan, sebagai penambah rasa biar nggak hambar. 😀 Paling suka sama adegan borgol-borgolan. Itu adegannya helooww… maksa banget, deh. Tapi, saya kok ngakak ya nontonnya. Hahaha

00113182
Gambar diambil dari sini

Secara keseluruhan, film ini bagus dan menghibur. Cuma, saya kurang terbiasa aja nonton film berbahasa Mandarin. Belum terbiasa di kuping. Yah, ini sih derita saya sendiri. Wkwkwk Yang pasti, setelah ini saya harus segera membaca bukunya yang sudah menghuni tumpukan buku yang belum dibaca di sudut kamar sejak lama. #plak

PS: Apa saya jadi anti-fans aja ya, supaya bisa nikah sama Chanyeol? 😀 *Lalu dikeroyok EXO L*

Film

[K-Movie Review] Haru: An Unforgettable Day in Korea

haru-an-unforgettable-day-in-korea-ha-roo-2146
Gambar diambil dari subscene.com

Waktu nostalgia dan buka-buka folder lama, saya menemukan film ini. Akhirnya, jadi nonton lagi deh. 😀 Film ini rilis sekitar tahun 2010. Konon katanya, film ini sebenarnya diproduksi oleh Korean National Tourism Organization, dinas pariwisatanya Korea gitu, deh. Tujuannya tentu saja untuk mempromosikan pariwisata di Korea. Makanya nggak heran kalau setting film ini banyak mengambil tempat-tempat keren yang menjadi ikon wisata di sana. Bintang-bintang yang memerankannya pun dipilih sederet artis-artis top pada waktu itu. Sebut saja, Yunho DBSK, Lee Dae Hae, Kim Bum, Han Chae Young, Park Shi Hoo, dan BigBang.

Drama ini memiliki durasi yang pendek, hanya sekitar 30 menit saja. Dan Sesuai dengan judulnya, “Haru” yang artinya “hari”, di dalam drama ini menceritakan kejadian dalam satu hari saja. Saya bocorin ringkasan ceritanya deh ya, tapi … maaf, spoiler. Habis cuma pendek sih, jadi bingung nge-review-nya. *dikeplak* Diceritakan, seorang penulis novel (Lee Dae Hae) sedang mencoba menyelesaikan naskah novelnya di atas kereta. Waktu itu dia sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi syuting kekasihnya yang seorang aktor (Yunho). Di dalam kereta itulah Lee Dae Hae bertemu dengan seorang fotografer nan rupawan 😀 (Kim Bum), dan mereka pun mereka terlibat cinta segitiga.

haru1
Gambar diambil dari kdramaguk.blogspot.com
kim-bum-4
Gambar diambil dari dramafever.com

Sementara itu di tempat lain, beberapa anak SD sedang cemas karena sekolahnya akan ditutup oleh dinas dan mereka akan dipindahkan ke sekolah lain. Mereka lantas mengirim video kepada BigBang. Meminta BigBang datang agar mereka dapat membuat kenangan yang indah bersama BigBang di sekolah lama mereka itu.

bigbang
Gambar diambil dari putri-putter.blogspot.com

Yang menarik di dalam drama ini, selain setting-nya yang bagus-bagis dan pemainnya yang cakep-cakep dan cantik-cantik, juga plotnya yang berlapis-lapis. Ada cerita lain di balik cerita utama. Cerita lain ini merupakan cerita yang terjadi di dalam novel yang ditulis oleh Lee Dae Hae. Dia menuliskan kisah cinta antara seorang desainer baju (Han Chae Young) dengan manajer sebuah kafe (Park Shi Ho). Dari cerita yang ada di dalam cerita utama ini pun mengandung sebuah plot twist, yaitu bahwa ternyata pasangan desainer dan manajer kafe itu adalah seorang agen macam FBI yang sedang menyamar. Wah! 😀

park-shi-ho-dan-han-cae-young
Gambar diambil dari lefisofiani.blogspot.com

Oh ya, di drama ini juga efek visualisasinya kece-kece. Yang paling keren adalah pas bagiannya Yunho. Karena memang di situ ceritanya dia sedang syuting film aksi, banyak adegan lari-larian dan ledak-ledakan gitu dah. 😀

yunho-2
Gambar diambil dari mylittleworld-ismi.blogspot.com
yunho-1
Gambar diambil dari putri-putter.blogspot.com

Nah, biar nggak penasaran sama dramanya, coba tonton trailernya nih!

Film · Suka-Suka

[Review] AADC Mini Drama: Tak Bisa Satu Purnama, 12 Tahun Boleh Juga

Belum lama ini media sosial dihebohkan dengan iklan salah satu aplikasi messenger, Line, yang berbeda dari biasanya. Dalam rangka memperkenalkan salah satu fasilitas terbarunya, yakni “Find Alumni”, Line mempersembahkan sebuah konsep mini drama AADC, yang mana dalam mini drama tersebut diceritakan bahwa Rangga kembali bertemu dengan Cinta setelah terpisah selama 12 tahun.

Sebagaimana diketahui bahwa AADC merupakan salah satu film yang sangat fenomenal dan menyita banyak perhatian publik. Bahkan, film ini disebut-sebut sebagai film yang memelopori bangkitnya kembali perfilman Indonesia setelah lama mati suri. Film AADC menceritakan tentang kisah cinta Rangga dan Cinta semasa SMA. Dibumbui dengan cerita keluarga dan persahabatan dari geng Cinta (Cinta, Maura, Alya, Milli, dan Carmen), membuat film ini menjadi semakin menyentuh. Ending dari film ini, Rangga dan Cinta terpisah ketika Rangga harus pergi ke Amerika. Perpisahan mereka yang begitu mengharukan, membuat film ini berhasil meninggalkan kesan yang mendalam di hati para penggemarnya. Bahkan hingga kini, 12 tahun setelah kemunculan pertama film AADC di tahun 2002.

aadc-1
Rangga pergi dan berjanji akan segera kembali (Gambar diambil dari kapanlagi.com)
aadc-2
Cinta melepas kepergian Rangga ke Amerika, tangannya menggenggam erat notes yang berisi puisi Rangga untuknya (Gambar diambil dari: kapanlagi.com)

Ini dia nih, puisi dari Rangga untuk Cinta ketika mereka berpisah di bandara:

Perempuan datang atas nama cinta

bunda pergi karena cinta

digenangi air racun jingga adalah wajahmu

seperti bulan lelap tidur di hatimu

yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya

meninggalkan hati untuk dicaci

lalu sekali ini aku melihat karya surga

dari mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta

tapi aku pasti akan kembali

dalam satu purnama

untuk mempertanyakan kembali cintanya

bukan untuknya, bukan untuk siapa

tapi untukku

karena aku ingin kamu, itu saja

Nah, setelah 12 tahun berlalu, kini kisah mereka kembali lagi dalam format mini drama. Dari beberapa informasi, konon mini drama ini juga disutradarai oleh Mira Lesmana sendiri. Dalam mini drama ini diceritakan bahwa setelah 12 tahun terpisah, pada akhirnya Cinta dan Rangga dapat bertemu kembali.

aadc-3
Pertemuan kembali Rangga dan Cinta setelah 12 tahun terpisah (Gambar diambil dari kapanlagi.com)

“Jadi beda, satu purnama di New York dan di Jakarta,” kata Cinta pada Rangga saat mereka bertemu kembali di bandara.

Ya iyalah, Cinta protes. Habis, Rangga janjinya cuma satu purnama dia pergi. Eee… nggak tahunya PHP sampai 12 tahun. Coba kalau dari dulu Rangga punya smartphone, nggak bakalan Cinta kena PHP selama 12 tahun. Hahaha… 😀

Ya sudahlah, langsung tonton sendiri aja deh nih mini dramanya untuk cerita lengkapnya. Yuk, cusss… 😀

Film

[K-Movie Review] 200 Pounds Beauty: Cantik Adalah Menjadi Diri Sendiri

200-pounds-beauty-2

Directed by: Kim Yong Hwa (김용화)

Screenplay by: Noh Hye Yeong (노혜영)

Genre: Comedy Romance

Release: South Korea, 2006/12/14

Cast:

Kim Ah Joong 김아중 as Kang Hanna/Jenny (강한나/제니)

Joo Jin Mo 주진모 as Han Sang Joon (한상준)

Ji Seo Yun (서윤) as singer Ammy (가수 아미)

Di Korea, operasi plastik mungkin sudah menjadi budaya yang sangat umum. Terutama di dalam industri hiburan. Konon menurut data yang dikeluarkan oleh Korean Medicine Overseas 2010, sebanyak 95 persen orang Korea, baik perempuan maupun laki-laki, telah melakukan operasi plastik, dan diperkirakan hampir 80 persen di antaranya adalah artis-artis dari Korea Selatan. Angka tersebut memang hanya perkiraan saja. Namun yang pasti adalah ketatnya persaingan dalam industri hiburan di Korea, membuat para owner sebuah agensi menuntut kesempurnaan yang terkadang berlebihan kepada artis-artisnya. Bukan hanya dalam hal skill dan talenta, melainkan juga dalam urusan penampilan.

200 Pounds Beauty, sebuah film yang mengangkat tema mengenai operasi plastik. Menceritakan tentang Kang Hanna (Kim Ah Joong), seorang gadis yang memiliki suara merdu yang tak dapat menyalurkan bakatnya untuk menjadi penyanyi sebab dia memiliki berat badan di atas rata-rata. Kang Hanna akhirnya hanya menjadi seorang penyanyi di belakang layar yang mengiringi penyanyi terkenal bernama Ammy (Ji Seo Yun). Ammy adalah seorang gadis cantik, akan tetapi tidak bisa bernyanyi semerdu Hanna. Pihak agensi akhirnya membuat konsep Ammy sebagai idol yang tampil di depan khalayak menyanyikan rekaman suara Hanna secara lipsync.

Pada suatu hari, karena merasa dimanfaatkan oleh Ammy dan Han Sang Joo (Jo Jin Mo), produsernya, Hanna menghilang. Dalam menghilangnya tersebut rupanya dia melakukan operasi plastik. Hanna kemudian kembali lagi sebagai seorang Jenny, dan berhasil debut menjadi penyanyi. Namun, seiring bertambah popularitasnya, membuat Hanna tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Dia tidak dapat menemui ayahnya yang berada di rumah sakit jiwa, sebab takut jati dirinya yang sebenarnya akan terbongkar. Terlebih Ammy sudah mulai mencurigainya. Hal ini juga sempat membuat Hanna bertengkar dengan Jung Min, sahabatnya.

Film yang disutradarai oleh Kim Yong Hwa ini rilis pada tahun 2006. Diangkat dari sebuah manga Jepang berjudul Kanna-San, Daiseikou Desu karangan Yumiko Suzuki. Film lama sebenarnya, tapi masih layak untuk ditonton. Selain karena genre komedi romantis yang dikemas dalam sebuah kisah percintaan, persaingan, dan persahabatan, film ini juga memiliki sebuah amanat yang tak boleh dilupakan. Film ini mengajarkan bahwasanya betapapun usaha Hanna untuk mengubah jati dirinya agar dapat menjadi penyanyi, ternyata belum tentu membuatnya bahagia. Maka, sebaiknya kita mensyukuri apa yang telah diberikan oleh-Nya. Sebab, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Layaknya Hanna yang kurang cantik fisiknya tetapi memiliki bakat menyanyi, dan Ammy yang cantik tapi justru tak bisa bernyanyi. So, just be yourself. 🙂