Buku · Membaca & Menulis

Stories of Your Life: Satu Buku Banyak Rasa

WhatsApp Image 2018-12-29 at 10.02.05

Judul: Stories of Your Life

Penulis: Milley Ann Hasneni, dkk

Penerbit: Laksana

Terbit: 2018

Dalam banyak kesempatan, saya merasa beruntung tinggal di wilayah dalam beteng Keraton Yogyakarta. Kebetulan rumah kami hanya 50 meter dari regol Kemagangan, halaman belakang Keraton, tempat para abdi dalem menyusun gunungan. Jika berkenan jalan kaki sedikit lebih jauh ke timur, ada kompleks Tamansari, taman raja peninggalan abad 18. Sekitar 500 meter dari rumah kami, terdapat Tepas Keprajuritan Pracimosono, basecamp para prajurit Keraton. Di waktu-waktu tertentu, kami dapat menyaksikan mereka berbaris sambil menabuh tambur dan meniup terompet melewati jalan depan rumah.

Lebih dari segala keistimewaan tersebut, hal lain yang saya sukai adalah banyaknya sastra lisan yang beredar di daerah kami. Saya cukup senang karena sempat mendengar beberapa cerita lisan tersebut sebelum keberadaannya mulai punah seiring berkembangnya zaman. Dulu waktu kuliah, saya sempat mengajukan proposal penelitian guna mengumpulkan sastra lisan di Kecamatan Kraton ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Namun meski lolos dan mendapat dana hibah dari DIKTI, tim kami tak berhasil sampai ke PIMNAS. Kalah sama penelitian sains. Hiks!

Beberapa waktu yang lalu, saat Penerbit Diva Press mengadakan lomba menulis yang salah satu temanya adalah “Hidden Gems of Your City Stories”, saya tertarik untuk mencobanya. Saya memilih satu cerita yang kali pertama saya dengar dari alm. simbah, tentang kerajaan dengan 5 pintu gerbang yang salah satu pintunya tertutup. Cerita lisan tersebut disampaikan melalui sebuah tembang Mijil. Bukan sekadar dongeng, cerita tersebut menggambarkan kondisi daerah tempat tinggal kami berabad silam.

Alhamdulillah, tulisan sederhana saya terpilih untuk ikut masuk dalam antologi Stories of Your Life ini. Terima kasih, Diva Press!

Stories of Your Life merupakan sebuah buku antologi yang unik dengan berbagai rasa. Kalau umumnya antologi hanya mengangkat satu tema besar saja dalam satu buku, di buku ini kita akan menemui 18 cerita dengan lima tema yang berbeda. Mulai dari cerita tentang pernikahan, keunikan kota, daerah perbatasan, kisah-kisah dalam bioskop, hingga the most uwuwuw moment: Ketemu calon mertua!

Sebagaimana judulnya, Stories of Your Life, buku ini seolah menggambarka aneka fragmen dalam kehidupan. Hidup memang terjalin dari beragam cerita dengan banyak tema. Ada kisah receh yang B aja, ada juga cerita yang luar biasa. Nah, di buku ini juga begitu. Ada cerita yang bikin saya be like “Paan seehh”, tapi ada juga yang membuat saya tidak tahan untuk tidak ber-uwu ria.

Namun meski unik, banyaknya tema dalam satu buku malah justru bikin nggak fokus. Jadi nggak ada gimana-gimananya gitu. Simpelnya, kurang ngena. Kalau masing-masing tema dibikin buku sendiri-sendiri, barangkali akan jadi lebih asyik. Hehehe

Buku · Membaca & Menulis

Ternyata Saya Pernah Sebuku dengan Orang-Orang Hebat

img_20160412_161230

Waktu beres-beres kamar, saya menemukan buku ini. Akhirnya, jadi nostalgia, deh. Buku bersampul kuning dengan ilustrasi gambar pohon ini, merupakan buku antologi bersama yang diterbitkan secara mandiri oleh teman-teman dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.

Proyek antologi bersama ini diadakan rutin tiap tahun, dalam rangka peringatan dies natalies almamater saya tersebut. Namun sepanjang saya jadi warga kampus dan ikut proyek antologi bersama ini terus, baru pada tahun 2008 nama saya berhasil masuk sebagai salah satu kontributor dalam proyek antologi cerpen. Tahun-tahun sebelumnya, saya nggak pernah berhasil lolos di proyek antologi puisi. Sebagai informasi, teman-teman dan kakak kelas saya di kampus itu jagoannya bikin puisi. Jadi, saya mah apa! 😀

Tapi, saya boleh geer ketika di dalam pengantar buku ini, Pak Hamdy Salad menuliskan kalimat berikut:

Meski tidak sepenuhnya mengandung dominasi unsur tematik sebagaimana disarankan oleh panitia, cerpen-cerpen yang terpilih dalam antologi ini sekurang-kurangnya telah memenuhi kriteria penilaian yang didasarkan pada kesuntukannya dalam mencipta karya sastra. Kesuntukan itu dapat dilihat melalui konsistensi dan intensitasnya dalam mengolah serta mengembangkan gaya penulisan secara kreatif dan kritis. Memiliki struktur cerita yang utuh, baik dari segi bahasa, plot, maupun karakter penokohannya.

21

Oh ya, kalau lihat di daftar isinya, hampir sebagian besar kontributor di antologi ini sekarang sudah jadi orang-orang hebat. Ada yang jadi cerpenis keren yang karyanya di mana-mana, ada yang jadi penyair top dan sudah sering main film juga, ada yang jadi editor di salah satu penerbitan ternama, dan banyak lagi. Seneng, sih, bisa sebuku dengan orang-orang hebat ini. Lalu, saya jadi mikir.

Time flies. Mereka sudah bertransformasi menjadi orang-orang hebat. Sementara saya, masih segini saja.