Suka-Suka

Kepada Hati Itu – Letto: Lagu untuk Iblis?

Lagu religi memang tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata religi secara eksplisit. Dapat juga disampaikan secara tersembunyi, tersirat dari liriknya. Masih ingat, kan, lagu Dealova ciptaan Opick yang dinyanyikan oleh Once? Lagu yang sangat hits pada waktu itu memang memiliki lirik yang bernuansa cinta. Namun menurut penciptanya, cinta dalam lagu tersebut merupakan cinta seorang hamba kepada Tuhannya.

Nah, hampir mirip seperti lagu Dealova, hal serupa juga ada pada lagu-lagu dari band favorit saya, Letto. Grup band kenamaan dari Indonesia yang satu ini memang sudah terkenal dengan lagu-lagunya yang memiliki kekuatan lirik puitis dan makna yang dalam.

Salah satu yang jadi favorit saya adalah yang berjudul “Kepada Hati Itu”. Selain musiknya yang syahdu dan suara vokalisnya yang merdu, lagu ini juga memiliki lirik yang sangat romantis. Simak saja cuplikan liriknya berikut ini:

“Kepada hati itu aku terlena

Di mana kau berada, aku terbawa

Kepada hati itu ku terus mencoba

Di mana kau berada, engkau milik-Nya”

Awalnya, saya mengira lagu ini adalah lagu cinta pada umumnya. Menceritakan tentang seseorang yang sedang mencari jodohnya, berusaha menemukan belahan hatinya. Dan percaya bahwa di mana pun sang belahan hati berada, Tuhan telah mempersiapkannya untuknya.

Namun rupanya, lagu ini bukanlah lagu cinta biasa. Dalam sebuah wawancara, Mas Noe, vokalis dari band Letto yang sekaligus merupakan pencipta lagu ini, menyatakan bahwa lagu “Kepada Hati Itu” merupakan lagu yang terinspirasi dari iblis. What?!

Jadi, ceritanya lagu ini berisi tentang curhatan seorang … eh, seekor (apa sesosok, ya) iblis. Iblis yang selalu berusaha dan mencoba menggoda hati manusia. Namun betapapun kerasnya usaha iblis menggoda manusia, dia tetap kalah kuat sebab manusia adalah milik-Nya. Milik Tuhan, yang akan selalu dilimpahi kasih dan sayang-Nya.

Weww… nggak nyangka, kan? Masa iblis dibikinin lagu. Selain lagu ini, hampir semua lagu Letto mempunyai lirik bernuansa cinta, tetapi dapat dimaknai sebagai cinta dalam arti yang luas. Maka tak berlebihan jika Letto disebut-sebut sebagai salah satu band dengan kualitas lirik yang baik.

Suka-Suka

Du Du Rindu – Letto : “Hanya Satu yang Aku Mau, Kau Tahu”

Adakah yang sepakat dengan saya bahwa lagu-lagu milik Letto, band yang digawangi oleh Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Mas Noe bersama kawan-kawannya itu, selalu menyuguhkan kesyahduan tingkat maksimal. Sebut saja, lirik lagu yang puitis dan memiliki makna yang dalam, musik yang romantis, dan suara Mas Noe yang syahdu. Tak berlebihan bila saya nyatakan, mendengarkan lagu-lagu Letto, rasanya saya seperti sedang jatuh cinta. 😀

Du Du Rindu, merupakan salah satu lagu favorit dan menjadi penghuni tetap playlist saya. Setelah Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, Sampai Nanti Sampai Mati, dan masih banyak lagi lagu Letto yang lainnya. Alasannya? Sebagaimana yang sudah saya sebutkan di atas, lagu Du Du Rindu ini juga menyuguhkan kesyahduan tingkat mahadewa, haha.

Lagu ni menceritakan tentang kerinduan seseorang terhadap yang dirindukannya. Yang dirindukan dalam hal ini bisa bersifat universal, tidak melulu rindu kepada pasangan. Sebab, di dalam lagu ini tidak diterangkan bahwa rindu yang dimaksud merupakan rindu kepada lawan jenis. Mari kita cermati penggalan liriknya …

du du ri du itulah laguku

du du rindu yang rindu kepadamu

semua tak ada artinya bagiku

dan aku hanya menunggumu

membawaku ke duniamu

yang tak ada kata sendu

Dari sepenggal lirik di atas, kita bisa artikan kerinduan di sini sebagai rindu kepada Tuhan. Sebagaimana yang tampak pada kalimat dan aku hanya menunggumu / membawaku ke duniamu / yang tak ada kata sendu. Yap, sejatinya di dialam kehidupan ini, kita hanyalah menunggu. Menunggu Sang Pemilik Kehidupan menjemput kita untuk kembali kepada-Nya.

Namun demikian, kalimat tersebut juga dapat diartikan sebagai rindu kepada sang kekasih hati. Rindu dan menunggu si kekasih membawanya ke dunianya, dan menjadikannya teman untuk menua bersama. Eaaa… 😀

Yah, apa pun interpretasi kalian untuk lagu ini, satu pesan saya:

“Jangan berlebihan mengonsumsi rindu. Hati-hati kesehatanmu.” :p