Kpop & Kdrama

[K-Drama Review] My Girlfriend is Gumiho: Kisah Cinta Siluman Cantik dengan Mahasiswa Bandel

SPOILER ALERT!

Drama ini sebenarnya sudah sejak berabad-abad yang lalu tersimpan di hardisk, tapi saya baru sempat menamatkannya beberapa hari yang lalu. Lebih tepatnya bukan baru sempat, melainkan baru mood buat nonton. Memang, akhir-akhir ini saya malas nonton drama, padahal dulu hobi. Mungkin karena rutinitas yang lebih menyita waktu daripada dulu, membuat saya cepat lelah untuk menyelesaikan drama berseri dengan durasi yang panjang. #alibi

Ini gara-gara belakangan lagu Fox Rain-nya Lee Sun Hee, yang notabene merupakan original soundtrack dari My Girlfriend is Gumiho, sering diputar di kantor. Lagu itu cukup mampu membuat saya terbawa suasana dan akhirnya mood  lagi untuk melanjutkan drama yang baru sempat saya tonton sampai episode tiga itu.

Oke, cukup sudah curhatnya. Lanjut pada review.

my-girlfriend-is-gumiho-cover

My Girlfriend is Gumiho, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Kekasihku adalah Gumiho”. Lalu, apa itu gumiho? Dalam legenda Korea, gumiho adalah siluman rubah berekor sembilan. Ekornya akan tampak ketika dia berada di bawah sinar bulan purnama. Gumiho suka menyamar menjadi seorang wanita yang amat cantik, sehingga memikat para pria. Lalu ketika pria-pria itu sudah mendekatinya, gumiho akan membunuh dan memakan hati mereka. Konon, hati seorang pria dapat membuatnya semakin kuat dan sakti. Agar tidak dapat berbuat jahat lagi, seorang biksu kemudian memotong kesembilan ekor gumiho, lalu mengurungnya ke dalam sebuah lukisan dan dijaga oleh seorang nenek bernama Nenek Sam Shin.

Sebenarnya, sih, gumiho bisa bermanfaat juga tuh untuk membasmi cowok-cowok mata keranjang. #salahfokus

Dalam Kdrama “My Girlfriend is Gumiho”, legenda gumiho ini berubah menjadi sebuah cerita komedi romantis. Diceritakan bahwa siluman rubah yang telah bertahun-tahun terkurung di dalam lukisan itu akhirnya bisa bebas setelah Cha Dae Woong menggambar kembali kesembilan ekornya pada lukisan. Cha Dae Woong adalah seorang mahasiswa yang punya ambisi jadi bintang film laga, dia melarikan diri dari kakeknya yang memaksanya untuk masuk asrama. Dalam pelariannya itu, dia nyasar ke sebuah kuil Budda dan karena terintimidasi oleh suara mistis (suara Gumiho itu sendiri), dia menggambar kesembilan ekor si rubah dalam lukisan. Dia tak menyadari bahwa perbuatannya itu akan membuat siluman rubah yang selama bertahun-tahun terkurung di dalam lukisan tersebut bisa kembali bebas berkeliaran. Maka, saat Gumiho menampakkan diri menyerupai wanita cantik dengan sembilan ekornya, Cha Dae Woong lari ketakutan hingga jatuh dari tebing dan terluka parah.

9-tail-fox

Gumiho datang menyelamatkan Cha Dae Woong dan memberinya kristal rubah untuk menyembuhkannya. Kristal rubah merupakan benda yang menjadi sumber kekuatan gumiho. Gumiho kemudian meminta Cha Dae Woong untuk membantu mewujudkan keinginannya menjadi manusia dengan cara menjaga kristal rubah itu di dalam tubuh Cha Dae Woong selama 100 hari. Sebagai imbalannya, Gumiho membiarkan Cha Dae Woong memanfaatkan kekuatan kristal rubahnya untuk berakting dalam film laga. Seiring berjalannya waktu, hubungan timbal balik itu berubah menjadi perasaan cinta di antara mereka.

Sebagaimana dalam drama-drama yang lain, ada orang ketiga di antara kisah cinta Gumiho dan Cha Dae Woong. Dia adalah Park Dong Joo, manusia setengah siluman yang membantu proses Gumiho menjadi manusia.

Yukk… mari kenalan dulu dengan tiga tokoh utama, pelaku cinta segitiga itu. Hehe….

images

Gumiho (Shim Min Ah)

shin-min-ah

Gumiho yang diperankan oleh Shim Min Ah ini menjadi amat sangat berbeda dengan image gumiho dalam legenda aslinya. Jika dalam legenda aslinya gumiho digambarkan sebagai siluman yang jahat dan menyeramkan, dalam drama ini gumiho menjadi sosok perempuan yang cute, lucu, dan menyenangkan. Ketika bertemu dengan Cha Dae Woong misalnya, bukannya ingin membunuh dan memakan hatinya, Gumiho justru jatuh cinta padanya.

Kesan imut-imut juga tampak ketika Gumiho menyatakan perasaannya pada Cha Dae Woong. Kayak gini nih:

 

“Dae Woong~ah… nomu nomu nomu nomu joha!”

 

Cha Dae Woong (Lee Seung Gi)

cha-dae-woong

Cha Dae WoongSelama ini, saya hanya mengenal Lee Seung Gi sebagai MC “Strong Heart” (salah satu variety show di Korea). Saya belum pernah mengikuti sepak terjangnya sebagai aktor. Maka, bisa dikatakan ini adalah pengalaman pertama (?) saya menikmati akting Lee Seung Gi. Dan pada pengalaman pertama ini, saya jatuh cinta.

Di sini Lee Seung Gi berperan sebagai Cha Dae Woong, seorang mahasiswa yang sedikit bandel. Namun, di sisi lain dia juga sayang pada keluarga, setia kawan (terbukti suka mentraktir teman-temannya, dipalak maksudnya 😦 ), memegang teguh janji, dan rela berkorban untuk orang yang dicintainya. Ketika Cha Dae Woong rela memberikan separuh hidupnya untuk Gumiho, tiba-tiba saya juga pengin jadi siluman rubah. Eeehh… #istigfar

Park Dong Joo (No Min Woo)

dong-joo-seonsaeng-jpg

Dong Joo SeonsaengKalau kata teman saya sih, dari seluruh aktor dalam drama My Girlfriend is Gumiho, dia ini yang paling menyehatkan mata. Ganteng bangeettt…. #istigfar lagi

Park Dong Joo yang diperankan oleh No Min Woo, mantan personel Trax, ini adalah manusia setengah siluman yang membantu Gumiho mewujudkan keinginannya untuk menjadi manusia. Park Dong Joo hidup di lingkungan manusia sebagai dokter hewan. Gumiho memanggilnya Dong Joo Seonsaeng (dr. Dong Joo). Di dalam drama, dia diceritakan menjadi lawan Dae Woong untuk mendapatkan cinta Gumiho. Namun, sebenarnya dia ini nggak jahat. Cuma suka memanfaatkan kesempatan saja. Modus. -______-

Kisah cinta Gumiho dan Cha Dae Woong berakhir dengan kurang happy ending. Kurang berarti bukan sad ending, tapi juga belum happy ending (menurut saya sih gitu 😀 ). Sebab dalam bayangan saya, happy ending itu ketika Gumiho berhasil jadi manusia dan mereka berdua hidup happily ever after. Sedangkan, yang terjadi adalah mereka justru dihadapkan pada pilihan, setelah 100 hari nanti Gumiho menjadi manusia dan Cha Dae Woong akan mati, atau Cha Dae Woong tetap hidup tetapi Gumiho akan lenyap dari dunia.

Gumiho memilih pilihan kedua. Dia tak ingin hidup sendiri sebagai manusia tanpa Cha Dae Woong. Maka pada hari ke-100, Gumiho benar-benar mati (menghilang tanpa sisa, namanya juga siluman) meninggalkan Dae Woong yang berduka seorang diri.

Memang, kisah cinta dua dunia selalu berakhir dengan tragedi. Di negara kita ada kisah cinta Jaka Tarub dengan seorang bidadari bernama Nawang Wulan. Pada akhirnya, Nawang Wulan juga pergi meninggalkan Jaka Tarub setelah tahu bahwa suaminya itu mendapatkannya dengan cara yang curang, yaitu dengan menyembunyikan selendangnya sehingga Nawang Wulan tidak dapat kembali ke kahyangan.

Namun demikian, dibanding Jaka Tarub dengan Nawang Wulan, Gumiho dan Cha Dae Woong sedikit lebih beruntung. Sebab pada akhir cerita, mereka mendapat dispensasi (?) dari Nenek Sam Shin. Karena ketulusan cinta mereka berdua, Nenek Sam Shin berjanji untuk mengembalikan Gumiho ke dunia manusia. Akhirnya, Gumiho dan Dae Woong pun dapat kembali bersama, meskipun Gumiho tetap menjadi siluman rubah.

Jadi, pelajaran moral yang dapat diambil dari drama ini adalah, jangan sekali-kali mencoba jatuh cinta kepada makhluk-makhluk dari dunia lain kalau tak ingin kisah cintamu serumit kisah cinta Gumiho dan Cha Dae Wong, hahaha.

Abaikan pelajaran moral di atas!