Suka-Suka

A Letter to Myself: Surat dari Masa Depan

WhatsApp Image 2018-12-29 at 10.10.41

To: Me in the present

From: Me in the future

Kepada diriku di masa lalu,

Apa kabar?

Maaf bila aku lancang menulis surat ini. Bukan untuk mendahului takdir Tuhan, hanya ingin menyampaikan sebuah harapan. Semoga, kau tak keberatan.

Aku menulis surat ini di sela-sela kesibukanku mengurus dua krucils yang sedang aktif-aktifnya. Dua? Yap, twin baby. Seperti impianmu. Mereka sudah 2 tahun sekarang. Si kakak sedang banyak tingkah. Tiap sore selalu minta berburu belalang bersama ayah. Sementara adek, lebih suka membaca buku bersama ibu. Lucu sekali melihat ekspresinya saat menyimak dongeng tentang kupu-kupu.

Sampai di sini, kau pasti bertanya-tanya. Siapa ayah mereka? Hmm, sebenarnya ini rahasia. Tapi, baiklah, kuberi sedikit bocoran. Dia adalah seorang lelaki dewasa yang pintar dan baik hatinya. Sesuai harapanmu. Bersamanya, membuatku merasa bahwa apa yang kutangisi tempo hari jadi konyol sekali. Kalau saja aku tahu bahwa Tuhan telah mempersiapkan untukku orang sehebat ini, tak akan kusia-siakan waktuku dulu untuk meratapi patah hati.

Tujuanku menulis surat ini sebenarnya adalah aku ingin meminta tolong kepadamu. Saat ini, aku sangat bahagia dengan hidupku. Kau tahu kan, bahwa masa depan seseorang ditentukan oleh apa yang dia lakukan di masa lalu? Nah, aku adalah dirimu di masa depan. Dengan demikian, kau adalah diriku di masa lalu. Maka, nasibku di sini sangat bergantung kepadamu. Jadi, aku mohon dengan sangat, tolong ubah semua kebiasaan burukmu itu.

Melihatmu masih suka mager dan malas-malasan begini, aku jadi tak yakin Tuan Hebat akan bersedia menikahimu. Lalu, melihatmu yang selalu menumpuk pekerjaan hingga mepet tenggat waktu, aku jadi pesimis kau bisa jadi ibu yang baik untuk si kembar. Aku harap setelah membaca surat ini, kau berkenan mulai membenahi diri. Tentu kau tak ingin hidupku di masa depan suram, kan? Jangan lupa, aku adalah dirimu.

Mungkin sekian dulu suratku. Tolong pikirkan baik-baik permintaanku itu ya.

Salam hangat,

Aku, dirimu di masa depan.