Membaca & Menulis

Hasil Tabungan Buku: Banyak Membaca, Banyak Uangnya

Awal tahun lalu saya pernah gaya-gayaan bikin “tabungan buku”. Niatnya sih untuk menyemangati diri sendiri supaya makin rajin membaca. Jadi, setiap kali saya selesai membaca sebuah buku, saya akan memasukkan uang ke dalam celengan. Nominal uang yang masuk ke celengan disesuaikan dengan jenis bukunya. Nggak tanggung-tanggung, loh, saya bahkan sudah membuat rincian jenis buku dan nominalnya sebagai berikut.

  • Komik/novel grafis/buku yang isinya banyak gambarnya: 1.500
  • Buku komedi/personal literatur/kumcer: 2.000
  • Novel: 2.500
  • Nonfiksi: 3.000
  • Novel Sastra: 3.500
  • Sejarah: 4.000
  • Buku yang tebalnya 500 halaman ke atas: 5.000

Kemudian tekad membuat “tabungan buku” ini pun sudah saya tuliskan pula di blog ini (Tabungan Buku: Banyak Membaca, Banyak Uangnya). Realisasinya, selama setahun kemarin saya agak terseok-seok baca bukunya.

e1e78b60-10fd-4954-8441-939a116c2616

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2018 saya banyak mendapat kesempatan menulis. Namun, akibatnya membacanya jadi keteteran. Target membaca di Goodreads yang nggak sampai 50 buku itu pun tidak bisa saya penuhi. Kurang 4 buku astagaaaa…. padahal, yang saya baca juga kebanyakan komik dan novel grafis. Payah sekali.

Tapi, bagaimanapun tabungan bukunya tetap jalan dong, ya. Jadi, sekarang saatnya untuk pecah celengan. Yeay! Oke, langsung saja.

Selama tahun 2018, saya banyak baca komik. Ada sekitar 13 komik (13 x 1.500 = 19.500). Selain komik, ada pula satu novel grafis dan dua buku yang saya masukkan ke dalam kategori pertama karena memuat banyak gambar dan sedikit teks (3 x 1.500 = 4.500). Ada dua buku antologi, yang saya masukkan ke kategori kumcer (2 x 2.000 = 4.000). Dua buku komedi (3 x 2.000 = 6.000). Ada pula satu buku kumpulan tulisan refleksi dan satu buku yang isinya kumpulan tulisan pendek-pendek semacam curahan hati, haha. Keduanya saya masukkan ke kategori nomor dua (2 x 2.000 = 4.000). Ada 6 buah novel populer (6 x 2.500 = 15.000) serta 3 novel sastra (3 x 3.500 = 10.500). Dua buku nonfiksi (2 x 3.000 = 6.000) dan terakhir, dua buah buku sejarah (2 x 4.000 = 8.000).

Total ada 36 buku yang saya baca dengan total tabungannya adalah … duh, sik mana kalkulator? Hahaha

19.500 + 4.500 + 4.000 + 6.000 + 4.000 + 15.000 + 10.500 + 6.000 + 8.000 = 77.500

Tujuh ribu lima ratus rupiah, Gaes! Dalam setahun. Astaga! Alhamdulillah, tetap harus disyukuri. Lumayan bisa buat bekal berburu buku obralan. Hahaha Dan tabungan buku ini akan dilanjutkan lagi setahun ke depan. Semoga ada peningkatan. Mangats!

Buku · Suka-Suka

Tabungan Buku: Banyak Membaca, Banyak Uangnya

j5x9e1g2

Kemarin waktu ikut event menulis selama 30 hari berturut-turut di Instagram, ada yang posting tentang “Tabungan Buku”. Jadi, setiap kali dia selesai membaca satu buku, dia akan memasukkan uang ke dalam celengan. Semakin rajin membaca, maka akan semakin banyak pula tabungannya.

Nah, saya kan jadi tertarik pengin coba juga. Kayaknya seru. 😀 Tapi, karena bacaan saya random, jadi saya sudah bikin ketentuan jumlah nominal yang harus dimasukkan sebagai berikut.

  • Komik/novel grafis/buku yang isinya banyak gambarnya: 1.500
  • Buku komedi/personal literatur/kumcer: 2.000
  • Novel biasa: 2.500
  • Nonfiksi: 3.000
  • Sastra: 3.500
  • Sejarah: 4.000
  • Buku yang tebalnya 500 halaman ke atas: 5.000 (kayaknya yang ini saya jarang, deh. 😀 )

Terus apa lagi, ya? Emm… sementara itu saja dulu. Lalu, uang tabungannya nanti mau buat apa? Ntar aja deh dipikirin. Wong sekarang juga lagi malas baca karena kebanyakan lemburan. Hahaha 😀

NB: Moon maap, gambar celengannya kekanakan banget. Soalnya kalau gambar Jungkook, nanti keremajaan. Halah!